Soal Pembongkaran Pasar Cinde  yang Sebelumnya Ditetapkan  Sebagai Cagar Budaya, Harnojoyo Bilang  Belum Tahu

106
Mantan Walikota Palembang H Harnojoyo diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Pasar Cinde (Aldiron Plaza) yang terbengkalai selama lebih dari enam tahun, Senin (25/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Mantan Walikota Palembang H Harnojoyo diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Pasar Cinde (Aldiron Plaza) yang terbengkalai selama lebih dari enam tahun, Senin (25/9).

Harnojoyo diperiksa sejak pukul 11.00 WIB, dan usai diperiksa sebagai saksi sekitar pukul 16.00, Harnojoyo  terkesan banyak tidak tahu soal pembongakaran Pasar Cinde yang sebelumnya ditetapkan sebagai  cagar budaya oleh Pemkot Palembang.
Ketika ditanya apakah Harnojoyo menghentikan pembongkaran Pasar Cinde pasca ditetapkan sebagai  cagar budaya oleh Pemkot Palembang, sambil menuju mobilnya Harnojoyo mengaku belum tahu.
Namun Harnojoyo mengaku kalau diirnya ditanya oleh penyidik Kejati Sumsel seputar cagar budaya.
Harnojo juga mengaku sudah ada koordinasi  terkait Pasar Cinde karena tanah Pasar Cinde  milik Pemprov Sumsel dan bangunan milik Pemkot Palembang.
“Kaitan cagar budyaa ini yang akan kita luruskan , , soal pembongkaran itu yang perlu diklarifikasi,” katanya sambil masuk dalam mobilnya.
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, membenarkan bahwa tim penyidik sedang memeriksa saksi dengan inisial H, mantan Wali Kota Palembang dalam rangka mendalami dugaan korupsi terkait pembangunan Pasar Cinde.
“Yang bersangkutan hadir dalam pemeriksaan sebagai Saksi dengan inisial H, yang merupakan Wali kota Palembang saat itu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap saksi H masih merupakan bagian dari upaya penyidik pidana khusus Kejati Sumsel untuk mendalami kasus pembangunan Pasar Cinde yang diduga melibatkan tindak korupsi.
Sebelumnya Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB)  Vebri Al LIntani menilai karena keegoisan segelintir orang maka situs budaya pasar cinde hancur. Bahkan sampai sekarang pasar tersebut juga tidak dibangun.
 “Kita berharap agar kejadian pasar cinde merupakan yang terakhir ada” kata Vebri.
Dia juga menuding Pemerintah kota Palembang, dalam hal ini Walikota  Palembang   telah abai, dan tidak ada kemauan dalam Pelestarian cagar budaya sebagaimana mandat Undang-undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.#udi
Baca Juga:  Hendak Ditangkap, Bandar Shabu Ancam Polisi Dengan Pisau
Komentar Anda
Loading...