Palembang, BP – Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten PALI Firdaus Hasbullah, SH, MH, menyambut positif pendeklarasian Ulil Mustofa sebagai bakal calon Ketua Umum HMI.
Menurut Firdaus, munculnya kader-kader dari Sumatera Selatan yang menyatakan siap untuk memimpin HMI merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi organisasi dan proses regenerasi kepemimpinan di organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia tersebut.
Ia menilai, Ulil Mustofa memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang, mulai dari tingkat komisariat hingga pernah menduduki posisi strategis di tingkat cabang dan menjadi bagian dari fungsionaris Pengurus Besar HMI.
“Adinda Ulil Mustofa memiliki pengalaman dan rekam jejak organisasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah memimpin HMI Komisariat Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang pada 2017, kemudian terpilih sebagai Ketua Umum/Formatur HMI Cabang Palembang periode 2021–2022. Bahkan, pada 2024, namanya juga sempat masuk dalam dinamika pencalonan Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel,” ujar Firdaus yang juga Wakil Ketua DPRD PALI, Jumat (6/11/2026).
Selain itu, tambah Firdaus, Ulil juga memiliki pengalaman sebagai anggota Badan Pengawas Pemilu serta keterlibatannya dalam advokasi berbagai persoalan kemasyarakatan di Sumatera Selatan menjadi modal tersendiri dalam membangun perspektif kepemimpinan yang lebih luas.
Bagi Firdaus, memimpin HMI bukan sekadar persoalan memenangkan kontestasi atau mendapatkan posisi struktural.
Lebih dari itu, Ketua Umum HMI harus memiliki kapasitas intelektual, kematangan emosional, integritas moral, kemampuan mengonsolidasikan kader, serta keberanian dalam merespons berbagai persoalan kebangsaan.
“HMI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam konsolidasi organisasi, tetapi juga memiliki gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Ketua Umum HMI harus mampu menjaga independensi organisasi, memperkuat tradisi intelektual, merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta memastikan HMI tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga berharap momentum pendeklarasian tersebut dapat menjadi ruang adu gagasan dan pertarungan intelektual yang sehat di antara seluruh kader HMI. Kontestasi kepemimpinan harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai independensi, persaudaraan, dan etika organisasi.
Sebagai Ketua MD KAHMI Kabupaten PALI, Firdaus menegaskan bahwa KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong lahirnya generasi pemimpin HMI yang berkualitas.
“Kami di KAHMI tentu berharap semakin banyak kader terbaik yang berani mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, yang paling utama adalah bagaimana HMI tetap menjadi laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka intelektual, sekaligus rumah perjuangan bagi generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Firdaus berharap Ulil Mustofa dapat menjadikan momentum deklarasi ini sebagai awal dari perjuangan yang lebih besar, dengan menawarkan gagasan, visi, dan program konkret bagi masa depan HMI.
“Selamat berproses, adinda Ulil Mustofa. Jadikan kontestasi ini sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan jabatan. Sebab, kebesaran seorang pemimpin tidak hanya diukur dari posisi yang berhasil diraih, tetapi dari gagasan, keteladanan, dan kontribusi yang ditinggalkan bagi organisasi, umat, dan bangsa,” pungkasnya.#udi