
Jakarta,BP Sekitar 80 jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumatera Selatan mengunjungi Kantor Pusat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kamis (5/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis berkesempatan melihat langsung fasilitas Integrated Operation Center (IOC) Room yang berada di lantai 28 Gedung Wisma Mulia, Kantor Pusat SKK Migas.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Bambang Dwi Djanuarto, menjelaskan bahwa IOC Room merupakan pusat pemantauan aktivitas produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional yang terintegrasi dan dapat diakses secara real time.
Melalui sistem ini, perkembangan produksi migas dari berbagai wilayah dapat dipantau secara langsung. Bahkan, gangguan operasional hingga potensi kebocoran di lapangan diharapkan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.
Bambang berharap keberadaan sistem tersebut dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus membantu pemerintah mencapai target produksi yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Tim PPF SKK Migas, Yogi, menjelaskan bahwa IOC Room dibangun untuk mengintegrasikan berbagai data aktivitas operasional produksi migas, mulai dari kegiatan di lapangan hingga hasil produksi yang siap dijual.
Sistem tersebut mulai dibangun pada 2019 dan dapat diakses secara daring oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Selain mempermudah pemantauan, integrasi data juga mempercepat koordinasi antarpihak dalam mengawasi kegiatan produksi migas.
Menurut Yogi, IOC Room telah terkoneksi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). SKK Migas juga terus mengembangkan sistem tersebut agar data produksi dari seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat terintegrasi dan dipantau secara real time.
Jika sebelumnya pengawasan produksi lebih banyak mengandalkan laporan dari masing-masing KKKS, kini pemanfaatan teknologi memungkinkan proses pemantauan dilakukan lebih cepat dan akurat.
Dengan sistem tersebut, perkembangan produksi migas diharapkan dapat diketahui setiap hari sehingga berbagai kendala operasional bisa segera ditindaklanjuti.
Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan bahwa produksi migas nasional saat ini mendekati 600 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sekitar 7.000 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Untuk mendukung peningkatan produksi, terdapat 832 kegiatan eksplorasi dan produksi yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Namun, hingga saat ini realisasinya baru mencapai sekitar 500 kegiatan.
Kunjungan FJM Sumsel tersebut menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk memahami secara langsung pemanfaatan teknologi dalam pengawasan produksi migas nasional. Melalui IOC Room, SKK Migas berupaya memperkuat pengendalian operasional, mempercepat penanganan kendala, serta mendukung pencapaian target produksi migas Indonesia.#udi