Uji Coba Car Free di Ampera, Ini Respon DPRD Palembang

18
Sutami Ismail (BP/ist)

Palembang,BP- Pelaksanaan uji coba Car Free Day (CFD) di titik utama Jembatan Ampera Palembang, Pada Minggu (12/4/2026) mendapat kritikan dari masyarakat karena menyebabkan kemacetan di jalan alternatif yang ada, menjadi perhatian Pemerintahan kota (Pemkot Palembang).

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Palembang sendiri, berharap pelaksanaan CFD di atas jembatan Ampera itu dikaji ulang jika banyak hal negatif yang dirasakan masyarakat.
Ketua Fraksi PKB DPRD Palembang Sutami Ismail berharap Pemkot Palembang untuk mengkaji ulang, dan benar- benar mempelajari dampaknya positif dan negatifnya bagi perkembangan lalulintas, karena dari laporan yang sempat viral ada kemacetan parah di jalan alternatif saat dilaksanakan CFD.
“Jadi fraksi PKB meminta Pemkot Palembang, mengkaji ulang secara mendalam, dan mendetilkan dampak positif dan negatif kegiatan itu, jika dilaksanakan di Jembatan Ampera,’ kata Sutami, Rabu (15/4/2026).
Menurut Sutami, arus lalulintas di jembatan Ampera selama ini merupakan urat nadi bagi aktivitas masyarakat, sehingga jika ada penutupan sementara karena pelaksanaan CFD, perlu pematangan opsi yang jadi alternatif bagi masyarakat.
“Karena aku lihat kendaraan di arus alternatif jalan itu cukup padat . Artinya kegiatan lalulintas di Ampera sebelumnya ramai, jadi harus ada opsi yang pas dan tepat jika dialihkan,” tuturnya.
Soal kengototan pihak Pemkot untuk tetap melaksanakan CFD ditempat sama nantinya, ia mengingatkan semua harus dilakukan dengan perencanaan matang dari kajian yang ada, tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat luas.
“Kita sebagai perwakilan fraksi di DPRD Palembang, prihatin terkait komen masyarakat yang ada atas pelaksanaan CFD kemarin. Artinya, itu menunjukkan ada keresahan di masyarakat jika CFD itu dilaksanakan, dan ketika viral ini sangat menganggu. Sehingga kita minta pemerintah untuk didalami dengan kajian, telaah betul,” katanya.
Ditambahkan Sutami, fraksi PKB tak menutup kemungkinan melalui anggota komisi dari fraksi PKB akan meminta penjelasan dari Pemkot Palembang, agar masalah ini bisa dicarikan solusi yang terbaik.
“Kita sebagai ketua fraksi menyarankan bersama mitra OPD terkait kebijakan itu nantinya, bisa saja nanti dipanggil untuk meminta keterangan pihak pelaksana dalam hal ini Pemkot, apakah sudah sesuai hasil telaah dan perlu banyak saran tokoh masyarakat, dari pelaku usaha, aktivis dan sebagainya. Karena jalan itu merupakan jalan vital yang banyak dilalui dalam aktivitas masyarakat dengan padatnya kendaraan yang melintas,” katanya.
Dilanjutkan Sutami, jika banyaknya negatifnya yang diberikan masyarakat dan manfaatnya sedikit, maka lokasi CFD bisa saja dialihkan ditempat lainnya, dengan membangkitkan titik baru geliat ekonomi di Palembang.
“Kalau hasil telaah dan kajian banyaklah negatifnya, maka cari tempat lain dan bisa mengembangkan tempat kreatif yang selama ini sepi,” katanya.
Asisten II Pemkot Palembang Isnaini Madani menerangkan, pihaknya tetap akan merencanakan CFD di kawasan jembatan Ampera yang merupakan icon Palembang selama ini meski mendapat penolakan dan kritik dari DPRD Palembang.
“Lokasi tetap disitu, namun pengalihannya tinggal dibuat lebih baik apa di Musi IV dan VI bisa satu arah. Serta evaluasi petugas yang selama ini fokus di Ampera sehingga perlu penambahan personil di jalan altenatif dan opsi lainnya. Kita tetap fokus dilokasi konsepkan yaitu Jalan Jenderal Sudirman (Cinde)- Jembatan Ampera dan Jalan Mayjen Ryacudu (Fly Over Jakabaring) opsi utama . Kalau efektif maka disana dan jamnya tetap sama, tinggal opsi kendala jalan alternatif bagaimana nanti terus dievaluasi,” katanya.
Dilanjutkan Isnaini, untuk CFD di Kambang Iwak dipastikan tetap berjalan, namun untuk opsi CFD di kawasan Ampera karena dianggap punya daya tarik sendiri yang bisa mendatangkan wisatawan ke Palembang yang nanti bermuara ke pendapatan asli daerah dan geliat ekonomi berjalan yang pastinya berimbas ke Kesejahteraan Masyarakat.
“Banyak juga mendukung (CFD Ampera),  tapi ada juga jembatan maka kita tetap evaluasi,” katanya.#udi

Baca Juga:  1,6 Kg Sabu dan 10 Butir Ekstasi Dimusnahkan Polda Sumsel
Komentar Anda
Loading...