Rutan Prabumulih Kemenkumham Sumsel Ajarkan Narapidana Baca Tulis Hitung

24

PALEMBANG, BP-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan Dr Ilham Djaya senatiasa mendorong satuan Kerja yang berada di bawah komandonya untuk memberikan pelayanan dan pembinaan yang prima dan berkelanjutan.

Hal tersebut dibuktikan dengan program pembinaan yang digagas oleh Rutan Kelas IIB Prabumulih. Program pembinaan tersebut berupa pengajaran tentang membaca, menulis, dan berhitung kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang kurang cakap bahkan tidak pandai dalam melakukan hal itu, Minggu (25/2).

Baca Juga:  Aliansi FK-PKBP  Tolak Sampling Pajak Untuk Pedagang Kecil dan UMKM di Palembang 

Karutan Prabumulih Zulkifli Bintang mengatakan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan kemampuan dasar yang harus ditanamkan dan dimiliki oleh setiap orang.

“Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung merupakan hak bagi setiap orang. Itulah mengapa kita ingin seluruh Warga Binaan yang ada disini memiliki kemampuan tersebut”, tutur Karutan Prabumulih tersebut.

Lebih lanjut, Zulkifli Bintang menyampaikan akan terus mendukung dan konsisten dalam melaksanakan program ini.

“Kita akan terus dukung program ini, melalui staf saya kita akan berusaha memberikan yang terbaik kepada Warga Binaan, kita akan bantu mereka dari yang awalnya tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung menjadi bisa, tuturnya.

Baca Juga:  Motor Melawan Arus, Dump Truk Masuk Selokan

Dijelaskan Zulkifli, untuk mendukung program ini, pihaknya saat ini sedang mengupayakan pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tengah dalam proses di Dinas Pendidikan,” ujar Bintang.

Sementara berdasarkan keterangan dari Iin Valentino selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan, program pembinaan ini diikuti sebanyak 13 orang WBP yang dilaksanakan Setiap hari Senin sampai Sabtu dengan jam pelaksanaan dari jam 09.00 WIB – 11.OO WIB.

Baca Juga:  Polda Sumsel  Gelar Operasi Keselamatan Musi 2022

“Untuk hari pertama semuanya berjalan lancar. Memang kita agak kesulitan karena rata-rata Warga Binaan yang mengikuti pengajaran ini masih belum mengenal huruf. Walau demikian kita tetap berusaha sebaik mungkin, kita lakukan pelan-pelan agar mereka dapat benar-benar bisa mengerti nantinya.

Semoga setelah belajar secara konsisten selama 3 bulan diharapkan dapat memperoleh hasil yang memuaskan,” tutupnya. #man/rel

Komentar Anda
Loading...