Benny Institute Terbitkan ‘Batu Belah Batu Betangkup’

26

PALEMBANG, BP – Tahun ini, Benny Institute menjadi satu dari 20 penerima Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Provinsi Sumatra Selatan.

Juli Yandika, penanggung jawab kegiatan menyatakan, fasilitasi pada penerbitan buku cerita rakyat sangat berarti karena berdirinya Benny Institute ditandai oleh terbitnya cerita rakyat Bujang Kurap versi lengkap pada Februari 2012.

Baca Juga:  Surat Terbuka Untuk Pemimpin Sumsel dan Palembang

Setelahnya, banyak cerita rakyat, kebudayaan, dan sastra yang diterbitkan.

“Hari ini, produktif saja, kami pikir tidak cukup,” tegasnya. “Sejak lama, kami mengkritisi cerita rakyat yang jauh dari ramah kepada anak-anak, kalangan yang ternyata kerap menjadi ‘pasar’ atau ‘target’ pembacanya,” terangnya lagi.

Melalui kegiatan ini, sejak Oktober lalu, Benny Institute mengajak berbagai kalangan di mana pun berada untuk menulis cerita rakyat.

Baca Juga:  PP Srikandi  TP Sriwijaya , SMB IV dan Dinsos Sumsel  Dukung Ratu Sinuhun Jadi Pahlawan Nasional

Alhasil 42 cerita rakyat ramah anak pun terkumpul. Sayang sekali, hanya 10 cerita yang lulus kurasi. Saat ini, kesepuluh cerita yang diterbitkan di bawah judul “Batu Belah Batu Betangkup” ini sedang dalam proses cetak.

Para penulis yang karya-karyanya dibukukan yaitu: Wendy Fermana, Septi Wayuni, Tampu Bolon Suvardi, Rido Amilin, Dhekaprawi, Leli Nur Inda Sari, Desy Arisandi, dan Dany Georgetown.

Baca Juga:  PBB Sumsel  Ajak Masyarakat  Jadi Bacalaeg PBB Tanpa Mahar

“Terima kasih BPK Wilayah VI Sumsel atas dukungannya sehingga projek kebudayaan ini bisa kami rilis,” kata Benny Arnas selaku direktur Benny Institute. #

Komentar Anda
Loading...