Bukit Seguntang Mulai Diperbaiki

54
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi SP, M.Sc (BP/udi)

Palembang, BP-Bukit Seguntang menjadi tempat bersejarah di kota Palembang. Setiap masa Bukit Seguntang selalu dimanfaatkan sehingga di catat dalam sejarah Sriwijaya, Kesultanan Palembang dan sejarah Melayu hingga masa kolonial dan hingga masa kini.

Secara spiritual orang menganggap Bukit Seguntang adalah Bukit Suci, Bukit Keramat dan merupakan Ulu Melayu karena Bukit Seguntang diyakini sebagai tempat turunnnya raja-raja melayu.

Kini Bukit Seguntang tengah melakukan perbaikan di sejumlah tempat sehingga diharapkan menjadi kawasan destinasi wisata sejarah, budaya dan religi, dan wisata alam, dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel) Aufa Syahrizal Sarkomi.

“Seperti yang pernah saya janjikan setahun yang lalu, bahwa atas keinginan para budayawan, sejarahwan dan para peziarah baik dari dalam negeri mauoun dari Luar Negeri ,utmanya negara atau wilayah sebuah negara yg memiliki hubungan sejarah dengan Bukit Siguntang seperti Negeri Malaka dan Negara Singapore. Dimana mereka menginginkan marwah Bukit Siguntang kita kembalikan,” katanya, Minggu (22/10).

Baca Juga:  Pangdam II Sriwijaya Pimpin Sidang Penerimaan Cata Reguler dan Khusus Santri dan Lintas Agama

Oleh karena itu menurut Aufa secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran mulai tahun ini Pemerintah melalui Disbudpar ingin mengembalikan eksistensi dan Marwah Bukit Seguntang.

Utamannya bangunan makam yang ada dan agar tidak meninggalkan kearifan lokal dan nilai sejarah eksistensi Bukit Seguntang, dalam perencanaannya pihaknya melibatkan beberapa ahli sejarah dan budayawan, guna meminta masukan.

Perbaikan tersebut menurut Aufa diambil dari APBD Sumsel tahun 2023 dengan nilai Rp 1, 7 miliar diperuntukan untuk perbaikan perombakan bangunan makam dan revitalisasi pintu gerbang, pagar dan penataan halaman depan, serta pembuatan replika patung.

“Rp1.7 miliar itu semuanya bukan hanya untuk bangunan tetapi mulai dari perencanaan hingga proses pembangunan..inshaallah semua sudah sesuai spesifikasi,” katanya.

Item yang di perbaiki menurutnya juga banyak termasuk juga penataan taman ,lampu, halaman dan sebagainya Bukan hanya bangun makam dan pintu gerbang saja .

“Sekarang belum kelihatan karena masih dalam proses pembangunan. Kito tunggu saja nanti kalau sudah selesai apa yang masih kurang atau ada yang tidak sesuai silahkan diberi masukan. itu semuanya bukan hanya utk bangunan. Tetapi mulai dari perencanaan…hingga proses pembangunan..inshaallah semua sudah sesuai spesifikasi,” katanya.

Baca Juga:  Dodi Prioritaskan Bangun Jalan Perkebunan di Perbatasan

Pihaknya berharap kedepan kawasan Bukit Siguntang betul-betul bisa menjadi kawasan destinasi wisata sejarah, budaya dan religi, dan wisata alam, dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan,” katanya.

Mengenai patung Buddha bergaya Amarawati yang sebelumnya pernah di temukan di Bukit Seguntang menurutnya akan dikembalikan kembali ke Bukit Seguntang versi reflika sedangkan patung asli tetap di simpang di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) Gandus Palembang.

“Dan sebagai penggantinya kami buat replikanya dan atas masukan beberapa tokoh masyarakat arca Buddha akan di tempatkan di tempat yang representatif. Kenapa patung tersebut tetap kami hadirkan walaupun dalam bentuk replika, mengingat perjalanan sejarah tentang eksistensi Bukit Siguntang,” katanya,

Serta ingin mengakomodir berbagai kepentingan, baik dari segi sejarah, budaya serta keyakinan ( religi ) , serta kepentingan kepariwisataan itu sendiri. Dan perlu di maklumi, eksistensi Bukit Siguntang bukan milik dari sekelompok komunitas atau satu keyakinan saja.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 di Sumsel Bertambah 3 Orang, Total Pasien Positif Corona di Sumsel 22 Orang

“Oleh karena itu saya harus bisa mengakomodir berbagai kepentingan bersama. Dan yang paling penting adalah bagaimana nanti kedepannya eksistensi dan marwah Bukit Seguntang betul-betul akan terwujud sebagai refleksi sejarah Parameswara, dan Sejarah Demang Lebar Daun yang terkandung di dalamnya.

Aufa berharap partisipasi seluruh masyarakat. Saran dan pendapat yang konstruktif sangat diperlukan.

“Kalaupun ada yang berbeda pandangan silahkan sampaikan kepada kami sebagai masukan untuk kesempurnaan, tentunya di dukung oleh data-data yang akurat dan bisa di pertanggung jawabkan bukan katanya Si ” A ” atau si ” B”. harus berdasarkan literasi yang benar,” katanya.

Selain itu pintu masuk Bukit Seguntang kini telah berubah bukan lagi melewati jalan samping kiri tapi melalui jalan tengah.

“Karena Kalau masuk dari samping kiri banyak kecelakaan. Kepalang berubah arah sekaligus kita buat pintu gerbang dengan motif tanjak. Inshaallah bagus tidak merusak tatanan kawasan Siguntang dan sesuai perda,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...