Pimpinan Ponpes di OKI Ditangkap Densus 88

158
Pimpinan Ponpes di OKI yang Ditangkap Densus 88 (BP/ist)

Palembang, BP- Pimpinan pondok pesantren di Teluk Gelam Kabupaten OKI, Sumsel ditangkap Densus 88. Terduga biasa dipanggil Ustadz IW (36). Minggu malam (15/10). Saat diamankan terduga diduga sedang bermotor bersama anaknya usai dari pengajian.

Selanjutnya Kapolsek Teluk Gelam Iptu Adi Usman menghubungi Kades Mulyaguna, Rahman. Bersama dengan Kasat Intelkam Iptu Dwi Rudin membawa dan menyerahkan anak dan sepeda motor  tersebut kepada istri terduga.

Sementara itu, Sulistio bagian pengasuh ponpes tersebut membenarkan adanya penjemputan Ustadz IW oleh Tim Densus 88.

“Semalam beliau Sholat Maghrib sampai Isya, dan juga menggelar pengajian di Masjid Al-Muhajirin. Saat pulang sekitar pukul 20.00 WIB, di tengah perjalanan dijemput oleh Tim Densus 88,” ungkapnya, Senin (16/10).

Baca Juga:  Masyarakat Gandus dan Pulokerto Perlu Perbaikan Jalan

Sulistio menyebutkan saat itu Ustadz IW membawa anak laki-lakinya. Kemudian anak beliau berikut sepeda motornya diantar pulang ke rumah bersangkutan yang berada di dalam kawasan ponpes oleh polisi.

“Saat itu saya melihat di depan rumah beliau ada tiga mobil sedan. Awalnya saya mengira orang-orang yang datang ini adalah pasien beliau yang ingin diruqiyah,” ujar dia.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Ustad IW pergi meninggalkan rumahnya bersama Tim Densus 88. Jadi mereka datang mengantarkan anak ustad IW sekaligus memberi kabar ke keluarganya.

“Meskipun saya sempat mendekat ke rumah Ustadz IW, dan sempat bertanya kepada polisi yang hadir di sana, namun tak banyak beri informasi. Jadi saya juga tidak tahu apa alasan beliau dibawa oleh Tim Densus 88,” katanya.

Baca Juga:  3 Begal di BKB Ditembak Polisi

Bupati OKI melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Antonius Leonardo mengaku turut prihatin kalau memang hal itu terjadi.

“Namun, tentu aparat punya bukti yang cukup untuk menetapkan status tersebut. Kepada camat sudah kita minta untuk monitor perkembangan lebih lanjut,” terangnya, Selasa (17/10).

Lebih jauh kata dia, untuk masyarakat diharapkan waspada terhadap ajaran terorisme. Justru Islam adalah Agama Rahmatan Lil Alamin. Bila ada ajaran yang tidak sesuai, tanyakan dengan ahlinya, para ulama dan MUI.

“Kalau kita berpegang teguh dengan Alquran dan hadits, Insya Allah ajaran terorisme tidak akan dapat merusak akidah kita,” tutupnya.

Menurut keterangan warga setempat, Tarmina (56) didampingi anaknya Khoirul (48),  mereka tidak mengetahui adanya penjemputan pimpinan ponpes tersebut.

Baca Juga:  Siska Marleni: LPSDK Tinggi Fokus Sosialisasi dan Konsolidasi 17 Kabupaten/Kota

“Saya tidak mendengar adanya bunyi sirine mobil. Dan pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB, saya melihat ada orang-orang dari Kodim yang datang, tapi tidak tahu mau apa. Terus aktivitas belajar di ponpes tadi pagi terlihat juga seperti tidak ada yang terjadi,” kata Selasa (17/10).

Saat ditanya mengenai kepribadian Ustadz IW, dirinya menilai Ustadz IW merupakan orang yang tertutup. IW jarang sekali terlihat bersosialisasi dengan masyarakat.

“Misalnya kalau kita menggelar seperti hajatan dan mengundang orang pesantren, yang datang justru hanya santri-santrinya saja. Hal ini menimbulkan kecurigaan, lantaran yang bersangkutan tidak seperti ustadz lainnya,” katanya.#udi

 

Komentar Anda
Loading...