427 Koleksi Bersejarah Jarahan Belanda Akhir Agustus Dikembalikan Ke Indonesia, Ini Pesan Sultan Palembang

94
Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn berserta rombongan dari Kesultanan Palembang Palembang berkunjung ke Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Senin (7/8).(BP/IST)

Palembang, BP- Sebanyak 427 koleksi benda bersejarah yang dikembalikan Belanda akan tiba di Indonesia pada akhir Agustus nanti.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn berharap benda bersejarah jarahan Pemerintah Kolonial Belanda dari Kesultanan Palembang Darussalam  bisa dikembalikan ke Indonesia  terutama dikembalikan ke kota Palembang.

“ Jadi orang tahu sejarah dan kebesaran kita  pada masa lalu,” kata SMB IV, Minggu (13/8).

Baca Juga:  Terapkan ‘Contra Flow’ di Jembatan Ampera

SMB IV menjelaskan benda-benda jarahan dari Palembang yang diambil Pemerintah Kolonial Belanda seperti keris Kesultanan Palembang Darussalam, baju-baju Kesultanan Palembang Darussalam, jubah-jubah Kesultanan Palembang Darussalam, sebagian uang-uang Palembang, tempat perhiasan , tempat makan Sultan, tempat penyimpan sirih termasuk kain songket dan kain-kain dari Palembang.

Namun SMB IV mempertanyakan apakah museum-museum di Palembang siap untuk menjaga dan menyimpan benda-benda bersejarah tersebut lantaran bendanya bersifat antik dan bernilai sejarah maupun nilai secara kebendaannya.

Baca Juga:  Tersangka Pembegal Ojek Online Ditangkap

“ Apakah tempat kita sanggup menjaga dan merawatnya, menjaganya jangan sampai hilang dan merawatnya  jangan sampai rusak,  kalau di Sumsel enggak sanggup menjaga benda-benda bersejarah dari Palembang cukup di museum di Jakarta yang keamanannya  terjamin sehingga bila kita ingin melihat kebesaran kita di masa lalu bisa melihat di Jakarta,” katanya.

Baca Juga:  Pelajar Ini Jadi Korban Begal di Depan Makam Pahlawan

SMB IV juga meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel ke Jakarta untuk melihat langsung koleksi yang dikembalikan Belanda tersebut ke Indonesia.

“ Supaya kedepannya mereka bisa berpartisipasi (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel) untuk bisa belajar bagaimana menjaga benda-benda bersejarah kita yang diambil Belanda di masa lalu itu ,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...