Hindari TPPO, Disnaker OKU Himbau TKI Waspada

30

BARURAJA, BP-Untuk menghindari aksi Tindak pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang saat ini kerap terjadi di kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terutama Tenaga Kerja Wanita, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten OKU menghimbau masyarakat waspada.

Karena saat ini banyak sekali di Media-Media Sosial, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang menawarkan jasanya untuk mengajak masyarakat menjadi pejuang devisa bagi negara.

Baca Juga:  Residivis Narkoba, Dibekuk Simpan Shabu

“Saat ini di media sosial banyak PJTKI yang mengajak masyarakat untuk menjadi pejuang devisa bagi negara. Untuk itu kita himbau masyarakat untuk waspada dan lebih selektif dalam memilih PJTKI” ungkap Kepala Disnaker OKU, Kadarisman saat diwawancarai wartawan Senin (31/7).

Dikatakan Kadarisman, Minat masyarakat Kabupaten OKU untuk menjadi TKI ke luar negeri cukup tinggi. Hal tersebut terbukti dengan terus bertambahnya jumlah warga yang terdaftar bekerja ke luar negeri guna mencari pendapatan.

Baca Juga:  Empat Pemuja Shabu Diringkus Jelang Pesta

” Terhitung Januari 2023 hingga saat ini, ada 17 warga di OKU yang menjadi TKI di luar negeri. Dengan pencatanan ini total TKI asal OKU sampai saat ini mencapai 23 orang. Rata-rata TKI asal OKU ini bekerja di Malaysia, Hongkong dan Korea Selatan. Mereka mengadu nasib guna mengais pendapatan di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga” jelas Kadarisman.

Baca Juga:  Anak Keenam Akidi Tio di Jakarta Dimintai Keterangan Polisi

Untuk menghindari terjadinya TPPO ini, lanjut Kadarisman perlu kewaspadaan dari para Calon TKI dengan cara lebih teliti dalam menentukan agen penyalur TKI yang benar-benar sah dan legal. “Ada baiknya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan disnaker OKU sehingga bisa diarahkan dan menghindari penipuan yang mungkin saja terjadi” pungkasnya. #Her/bp

Komentar Anda
Loading...