Buku “Apriyadi dari Kepala Desa ke Kursi Pj Bupati Muba” Telah Terbit

39

Palembang, BP- Buku berjudul “Apriyadi dari Kepala Desa ke Kursi Pj Bupati Muba,” telah terbit. Jumat (28/7) Penjabat (Pj) Bupati Muba Apriyadi di kantor Perwakilan Pemkab Musi Banyuasin (Muba) menerima langsung buku tersebut dari penulisnya Maspril Aries.

 

Menurut Maspril Aries buku ini adalah sebuah kitab opini yang berisi kumpulan opini, artikel dan esai terbit edisi perdana pada Juli 2023. “Buku ini tebalnya 290 halaman. Naskah tulisan yang terhimpun dikelompokan dalam empat bagian.

 

Bagian pertama, tulisan tentang Apriyadi. Bagian dua berisi tulisan tentang minyak dan gas. Bagian ketiga tentang ekonomi dan bagian keempat tulisan tentang humaniora. “Semua tulisan ini berisi tentang aktivitas Apriyadi dalam memimpin Kabupaten Musi Banyuasin atau Muba sejak masa Sekretaris Daerah sampai Pj Bupati Muba,” kata wartawan senior penerima Press Card Number One (PCNO) pada Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan Februari lalu.

 

Baca Juga:  Komite II DPD RI: Jangan Semua Kewenangan Daerah Ditarik ke Pusat

Buku ini juga berisi kata pengantar dari guru besar yang juga Dekan Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri) Profesor Dr. Alfitri M.Si dan mendapat endorse dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. Firdaus Komar, M.Si.

 

Dalam kata pengantar Alfitri menulis, “Di tengah kesibukannya sebagai pejabat, aktivitas kesehariannya dikenal sangat dekat dengan rakyat Muba nyaris tidak ada sekat atau jarak yang mencerminkan bahwa seorang pejabat adalah sosok yang diharus diagungkan-agungkan.”

 

Menurut Alfitri, “Kedekatannya dengan warga Muba dalam setiap kunjungan ke daerah terlihat bukan kedekatan seremonial atau artifisial yang cenderung “skenario pencitraan” yang biasanya dilakukan pejabat, melainkan benar suatu yang genuine. Hal ini disebabkan ia adalah pejabat yang memang karirnya dari bawah dari kepala desa (kades) yang memang tahu dan mengenal langsung denyut nadi kehidupan rakyatnya di desa dan itu terbawa sampai menjabat Pj. Bupati Muba saat ini.”

Baca Juga:  Omzet Pempek Cek Yati Selama Ramadhan Naik

 

Sementara itu menurut Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar, “Apriyadi yang dikenal sebagai birokrat selain mampu melaksanakan tupoksi sesuai dengan tugas dan wewenangnya, tentu sebagai birokrat karena kecerdasannya, setiap item pekerjaan yang menjadi tugasnya dapat dicapai dengan standar dan indikator yang ditetapkan.”

 

Menurut Firdaus Komar, buku ini memotret sosok Apriyadi, tentu saja selain faktor kepemimpinan juga faktor kuatnya kemampuan komunikasi tanpa jarak dengan rakyat sehingga memperlihatkan sosoknya sebagai seorang penjabat bupati yang pantas mendapat amanah memimpin pembangunan Musi Banyuasin ke depan.

 

“Buku ini layak dibaca siapa pun, karena memuat potret kiprah Apriyadi dan pembangunan Kabupaten Muba dalam aksara dan diksi dengan gaya penulisan komunikatif, memadukan fakta dan analisa yang kaya referensi ilmiah,” ujar Firdaus wartawan senior yang juga penerima PCNO.

 

Tentang penulisanya, menurut Ketua PWI Sumsel, “Maspril Aries adalah wartawan dengan kualiifikasi utama yang tidak produktif menulis dan menerbitkan buku. Kalau tidak salah ini merupakan bukunya yang ketiga belas.”

Baca Juga:  Piala AFF: Jelang Indonesia vs Kamboja, Pelatih dan Pemain Timnas Yakin Menang

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba Herryandi Sinulingga saat bersama Maspril Aries menyerahkan buku kepada Pj Bupati Muba menjelaskan, “Buku berjudul ‘Apriyadi dari Kepala Desa ke Kursi Pj Bupati Muba’ akan didisitribusikan bersamaan dengan HUT Kabupaten Muba.”

 

Herryandi Sinulingga juga menyampaikan apresiasi untuk penulisnya, wartawan senior Maspril Aries yang telah berkontribusi dengan berbagai karya jurnalistik menulis tentang Apriyadi dan pembangunan di Kabupaten Muba dengan berbagai dinamika.

 

“Melalui buku ini terdokumentasikan berbagai kiprah Pj Bupati Apriyadi dan pembangunan Muba. Buku ini juga tampil dengan kualitas cetak yang bagus dan menarik. Cover buku ini berbeda dengan buku-buku pada umumnya. Cover, isi dan kualitas cetak menjadi bukti bahwa ini bukan buku ‘kaleng-kaleng.’ Penulisnya sudah menulis dan menerbitkan lebih dari 10 buku,” katanya.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...