
Palembang, BP- Politisi senior Partai Demokrat kota Palembang yang terakhir menjabat sebagai Sekretaris Partai Demokrat Kota Palembang yang juga menjabat Ketua KONI Kota Palembang, H Anton Nurdin, ST, SH Msi resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat dan merapat ke PDI Perjuangan kota Palembang.
Mantan anggota DPRD Kabupaten OKU Timur dan mantan anggota DPRD Sumsel kini maju sebagai bacaleg DPRD Kota Palembang dari Dapil 1 (IB 1, IB 2, Bukit Kecil dan Gandus) dari PDI Perjuangan kota Palembang.
Pengunduran diri Anton Nurdin dari Partai Demokrat yang telah membesarkannya tersebut itu ditandai dengan menyampaikan surat pengunduran diri yang disampaikan ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan diterima Direktur Eksekutif DPC Partai Demokrat kota Palembang, Rosi, Senin (1/5) pukul 15.00 WIB di Cafe Roca di Jalan Demang Lebar Daun Palembang.
Sekaligus menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Anggota PDI Perjuangan kota Palembang kepada wartawan.
“ Maka itu pada hari ini secara resmi 1 Mei , kenapa 1 Mei saya mengambil semangat May Day, semangat kebersamaan , besok hari Pendidikan Nasional, semangat itu juga , kami umumkan secara resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat dan bergabung ke PDIP , dan saya minta dukungan kawan-kawan pers , “ katanya.
Anton Nurdin mengatakan bahwa dirinya pindah ke PDI Perjuangan semata-mata melihat perjuangan partai tersebut yang memperjuangkan rakyat kecil. Setiap hari dirinya melihat rakyat mencairkan BLT di Kantor Pos. Hal itu tidak lepas dari peranan PDI Perjuangan yang menjadi bagian dari pemerintahan.
“ Jadi tidak ada alasan khusus kenapa kami pindah dari Demokrat ke PDIP , ya walaupun ada prasangka diluar silahkan saja, itu tidak menutup kemungkinan , pasti akan terjadi seperti itu, ada kekecewaan pasti, kata orang seperti itu , tapi hal itu tidak akan kami ungkap dalam hal ini semua baik, semua bagus , kami pindah ke PDIP dalam rangka memperbaiki karir politik kami untuk kami berjuang bisa ke DPRD,” katanya.
Menurutnya pada pileg 2024 tahun depan, akan mencalonkan diri sebagai Bacaleg legislatif DPRD Palembang mewakili PDI Perjuangan. Dapil yang dipilih adalah Palembang I yang meliputi Kecamatan Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, dan Kecamatan Bukit Kecil.
“Dapil ini sama dengan dapil saya sewaktu mencalonkan diri dari Partai Demokrat pada pileg 2019 lalu,” katanya.
Surat pengunduran diri tersebut menurut Anton, dia tembuskan kepada Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel , Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang , Ketua KPU kota Palembang, Ketua Panwas kota Palembang.
Sebagai kader partai baru di PDI Perjuangan, lanjut Anton, dirinya diterima baik oleh pengurus dan ketua DPC PDI Perjuangan Palembang H Yulian Gunhar dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Giri Ramanda N Kiemas. Begitu juga dengan pengurus dan kader PDI Perjuangan lainnya.
“Alhamdulillah, teman-teman di PDIP menerima saya dengan baik,” katanya,
Motivasi menjadi anggota DPRD Palembang? Anton menambahkan bahwa dirinya kembali mencalonkan diri sebagai caleg di PDI Perjuangan , semata-mata untuk memberi manfaat kepada orang banyak. Apakah itu, pers, masyarakat awam, hingga rakyat dalam arti luas.
“Paling tidak teman-teman pers yang hadir di sini akan membawa manfaat dengan terpilihnya kami sebagai anggota DPRD Palembang,” kata Ketua Umum KONI Palembang ini.
Nomor urut yang diberikan PDI Perjuangan ? Dia menjelaskan bahwa PDI Perjuangan akan memberikan nomor urut paling tidak 10 besar. Hanya saja kepastian nomor urut berapa belum diketahui. Karena belum masuk tahapan daftar calon sementara (DCS).
Nomor urut yang akan diberikan PDIP 10 besar,” pungkasnya.
Direktur Eksekutif DPC Partai Demokrat kota Palembang, Rosi mengaku secara resmi menerima surat tembusan pengunduran diri H Anton Nurdin yang diserahkan tanggal 1 Mei 2023.
“ Dan ini tembusan untuk Ketua DPC Partai Demokrat kota Palembang, kami sebagai Direktur Eksekutif akan kami teruskan, kami sampaikan kepada pimpinan kami Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang bapak Yudha Pratomo, “ katanya.
Secara pribadi Rosi mengaku dirinya dengan H Anton Nurdin sudah lama berkerja sama dan secara pribadi tidak ada masalah dengan H Anton Nurdin dan silaturahmi tetap berjalan.
“ Tapi karena ini keputusan pribadi yang beliau ambil dan sebagai langkah beliau kedepan menuntaskan visi dan misi beliau , maka itu juga kami terima dan untuk hari ini yang jelas pengunduran diri menjadi sejarah , bahwa perbedaan politik tidak akan merusak silaturahmi antar kita sesama manusia pada umumnya ,” katanya.#udi