Rangkaian Jogja Pantomim Mimori 2022, Ada Diskusi Karya Sepuluh Penampil
Yogyakarta, BP-Sebagai rangkaian Jogja Pantomim Mimori 2022 di gelar diskusi dengan sepuluh penampil. Menurut Broto Wijaya selaku pelaksana Mimori 2022, Senin (24/10) diskusi karya ini yang diadakan sebagai ajang membedah konsep dan berbagi gagasan dalam penciptaan karya pantomim yang di ikuti oleh 10 tim penampilan bersama para penonton. Acara ini bebas di ikuti oleh siapa saja, terutama penikmat dan pencinta karya pantomim.
Sedangkan Amar selaku salah satu mimer (sebutan pelaku seni pantomim) mengatakan “diskusi sebagai ajang sharing antar sesama pelaku seni pantomim, menjadikan event Mimori kali ini sebagai acara menambah masukan dan inspirasi berkarya,” amar menambahkan jika kehadirannya dari Jakarta juga merasa bahagia karena bisa bersua dengan banyak seniman pantomim, baik yang muda mau pun yang sudah senior dalam seni yang mengutamakan gerak tubuh, mimik muka tanpa suara.
Ada banyak penampil, dengan berbagai corak dan konsep, diantara nya Doddy Micro studio dengan karya Jampemethe yang ber konsep persahabatan di balut dengan genre komedinya. Ada juga Sanggar Seni Asita dalam karya nya Selpas Malam yang mengangkat pertemuan Asita kaladewa dengan Jemek Supardi sehingga ia menyuka dan mempelajari lalu menjadi seniman pantomim hingga sekarang.
sementara itu Vicky selaku perwakilan dari Palembang Mimer Club mengatakan, bedah naskah adalah cara pelaku seni pantomim berbagi cerita, dari awal penciptaan gagasan, pengembangan, menjadikan cerita sampai dengan proses dan pada akhirnya pementasan di Taman Budaya Jogjakarta. “Hal ini dilakukan dengan cara berbeda disetiap tim penampil, apalagi konsep masing-masing tim yang begitu beragam,” hal ini dijelaskan vicky disela-sela acara Mimori 2022 di Jogjakarta.
Sebagai informasi tim Pantomim Palembang atau Palembang Mime Club kali ini mengangkat cerita berjudul musiku musimu. Gagasan sederhana namun dapat mengedukasi tentang menjaga kebersihan, memori masa lalu di sungai musi dan konsep memperkenalkan wisata di sungai musi.
Tampilan Palembang Mime Club di Mimori tahun ini di dukung oleh iqbal rudianto selaku ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) dari supervisi awal hingga tim bisa hadir dalam ajang nasional pantomim terbesar tahun ini.
Wak Dolah selaku Sutradara juga berterima kasih kepada yang mendukung, diantara nya
UPTD Museum Negeri Taman Budaya Sriwijaya, RRI, DKP, SMK Muhamdiyah 1, SMAN Sumsel, Sendratasik Universitas PGRI, Wulan Galery dan beberapa teman2 yang mendukung. “Agenda mimori 2022, selain pentas pantomim, ada juga pameran, workshop dan diskusi pantomim yang diikuti ratusan peserta dan penonton selama 3 hari, dari tanggal 21 – 23 Okt di Taman Budaya Jogjakarta,” ujar Wak Dolah disela mengikuti diskusi dan worksshop pantomim.
Selain sebagai ajang pentas dan ajang silahturahmi antar komunitas Pantomim. Mimori 2022 juga sebagai moment peringatan100 hari wafatnya Jemek Supardi, salah satu maestro pantomim nasional dari Jogja. Acara ini di haderi oleh 10 komunitas pantomim dari kota Jogjakarta, Jakarta, Solo, Surabaya, Purworejo, Malang dan kota Palembang.#udi