Simbol “Muhammad Betangkup” Dalam Ukiran Gerobok Palembang Bingen

450

Oleh:  Muhamad Setiawan, S.H. dan Muhammad Kurniawan, S. Ag.

Kota Palembang Darussalam kaya akan nilai seni dan budaya, salah satu nilai seni dan budaya yang sangat familiar dikalangan wong Palembang / masyarakat Palembang yaitu ukiran yang terdapat di bagian atas atau mahkota dari sebuah kerajian berubah lemari atau almari yang disebut gerobok oleh orang Palembang.

Kekhasan ukiran Palembang ini yaitu ukiran yang terilhami dari nilai-nilai Agama Islam, secara tidak langsung terbukti yakni berupa tidak adanya ukiran yang menggambarkan atau menunjukkan motif berupa motif makhluk hidup baik itu hewan atau binatang maupun manusia atau anggota tubuh manusia melainkan semua motif yang digunakan dalam ukiran Palembang menggunakan motif tumbuhan atau tanaman.

Baca Juga:  Pelaku Penipuan COD di Tangkap

Sebagaimana diketahui bersama dalam syariat Islam terdapat suatu pendapat yang sangat menjunjung tinggi kehati-hatian yaitu pendapat yang menyatakan bahwa haram hukumnya menggambar makhluk hidup dan hal ini diqiyaskan oleh Kesultanan Palembang Darussalam melalui tangan rajin para pengrajin ukiran di masa itu, bahkan pendapat tersebut masih tetap digunakan hingga masa kini yaitu haram atau dilarang mengukir makhluk hidup di dalam ukiran, meski tegas dan hati-hati dalam memvisualisasikan makhluk hidup, ukiran Palembang sangat moderat dalam menjaga warisan peradaban leluhur yang notabenenya beragama Hindu Buddha, terbukti dengan tetap lestarinya hingga kini motif tiga tanaman suci di masa Kerajaan Sriwijaya yang beragama Buddha yaitu teratai, melati, dan pakis tanduk rusa, ketiga motif tanaman tersebut berdampingan dengan motif Muhammad Betangkup hingga kini tetap dapat kita saksikan di gerobok Palembang.

Baca Juga:  Debat Capres Diharapkan Tingkatkan Partisipasi Pemilih P

Selain tidak menggambarkan makhluk hidup akan tetapi menggambarkan tumbuh-tumbuhan terdapat suatu motif pada ukiran itu yang sangat unik yakni terdapatnya suatu titik tertentu dalam ukiran itu yang berlafadzkan kalimat-kalimat thoyyibah, yaitu lafadz Asma’un Nabi Muhammad SAW, yang bernama motif Muhammad Betangkup, motif Muhammad Betangkup yaitu suatu motif lafaz kaligrafi yang dipadukan dengan motif tumbuhan di ukiran Palembang, berupa kalimat Muhammad dari kanan ke kiri dan kiri ke kanan yang di tangkupkan menjadi satu, sehingga terbentuklah suatu motif yang cantik yang dikelilingi motif-motif tumbuhan yang terletak di bagian atas mahkota atau kepala dari suatu gerobok atau lemari Palembang. Ukiran ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam.

Baca Juga:  Sultan Palembang Ingatkan Makna Berbagi Kepada yang Kurang Beruntung di Bulan Ramadhan

Hingga saat ini ukiran yang terdapat dibagian kepala pada gerobok atau lemari Palembang ini terus eksis dan semakin banyak diminati oleh para pecinta karya seni rupa baik tingkat lokal, Nasional, bahkan Internasional serta semakin banyak dibuat oleh pengrajin ukiran yang bertempat dikampung 19 Ilir Palembang. #

Komentar Anda
Loading...