Pakar Kedatuan Sriwijaya
Bambang Budi Utomo Meninggal Dunia

99
Drs Bambang Budi Utomo (BP/IST)

Arkeolog senior dari Pusat penelitian Arkeologi Nasional (Arkernas), dan pakar tentang sejarah Kedatuan Sriwijaya, Drs Bambang Budi Utomo, Kamis (6/10) sekitar pukul 15.30 tutup usia karena sakit.


Bambang lahir di Jakarta, 7 Agustus 1954 dan sejak 1982 fokus penelitiannya ialah kajian Sriwijaya dan Melayu dengan pendekatan kajian regional. Beliau banyak melakukan penelitian tentang Kedatuan Sriwijaya di Palembang dan Jambi dan sempat menjadi seorang arkeolog di Balai Arkeologi Palembang.

Mantan kepala Balai Arkeologi Palembang, Budi Wiyana membenarkan kabar tersebut.
“Setahu saya mas Tomi (panggilan Bambang Budi Utomo) diabetes sudah lama , waktu sering kelapangan sudah pakai insuline, saya belum dapat informasi persisnya beliau meninggal karena apa tapi setahu saya selama ini mas Tomi mengidap diabetes ,” katanya, Kamis (6/10).

Baca Juga:  Salurkan 3.000 Dosis, BINDA Sumsel Sasar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Kabupaten Muba


Mengenai dikuburkan dimana Bambang Budi Utomo, dia mengaku tidak mengetahuinya dan belum mendapatkan Informasi.
“Tadi informasi sore tadi pemakaman menunggu saja sampai magrib, mas Tomi ini tinggal di Jakarta Selatan, kalau enggak salah,” katanya.
Budi mengaku Indonesia kehilangan sosok pakar Kedatuan Sriwijaya karena Bambang Budi Utomo sejak tahun 1980 konsennya ke Kedatuan Sriwijaya baik penelitian dan tulisan-tulisannya.

Baca Juga:  Dana Tali Kasih Segera Dikeluarkan


“ Memang kita kehilangan, saya juga kaget, meskipun mas Tomi itu diabetesnya sudah lama tapi kelihatannya sehat gitu, karena beliau bawaannya happy , sakit enggak di anggap, masih guyon ,” katanya.


Menurutnya 3 tahun lalu Budi Bambang Budi Utomo telah pensiun dari peneliti diusia 65 ,” Perkiraan saya umur beliau sekarang 68 kalau tidak salah bulan Agustus beliau lahir,” katanya.
Hal senada dikemukakan mantan Kepala Arkeolog Palembang Nurhadi Rangkuti belum dapat informasi akan di kuburkan di mana Bambang Budi Utomo.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Pertanyakan Alasan Pemprov  Belum Laksanakan Penyetaraan Jabatan Admistrasi  Ke Jabatan Fungsional


Namun Nurhadi mengaku sedih akan kehilangan teman akrabnya tersebut.
“Pak Bambang memang arkeolog yang sejati, sampai pensiun beliau masih bantu-bantu arkeologi, itu yang bisa saya ingat, jasa-jasanya juga untuk arkeologi Indonesia,” katanya, Kamis (6/10).

Komentar Anda
Loading...