Polda Sumsel dan jajaran Amankan Nataru

42

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Toni Harmanto (BP/IST)

Palembang, BP- Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan jajaran  siap melaksanakan operasi pengamanan selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) terhitung sejak H-7 hingga H+7 yakni pada tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januri 2022.

Menurut Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, operasi pengamanan bersandi Ops Lilin Musi 2021 akan lebih dominan pada masalah pencegahan dengan dominasi langkah-langkah deteksi dan penegakkan hukum.

“Hari baru dilaksankaan pelatihan giat pra Ops. Nanti, hari Kamis ini kita akan gelar pasukan bersama Pak Gubernur. Nanti bisa terlihat langsung (jumlah personel) di sana,” katanya, Selasa (21/12).

Menurutnya akan ada sejumlah tempat yang mendapat perhatian khusus. Selain tempat ibadah, titik-titik yang menjadi lokasi berkumpul dari masyarakat tak luput jadi prioritas pengamanan.

“Tentunya pengamanan terhadap petugas-petugasnya sendiri, markas-markas dan pos-pos yang ditempati. Semoga tidak ada isu yang berkaitan dengan masalah ancaman dan masalah-masalah kamtibmas yang bisa berdampak pada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 1.428 orang pasukan gabungan pengamanan jelang perayaan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di Sumsel.

Baca Juga:  Distribusi Vaksin Covid-19 Guru di Sumsel Capai 12,83 Persen, Jika Data Tak Berubah DPRD Sumsel Minta TPM Ditunda

Pasukan pengamanan tersebut terdiri dari 1.169 personel dari Satwil 17 Kabupaten/Kota dan 259 personel gabungan TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan sukarelawan keorganisasian Pramuka.

Sedangkan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra  mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat lintas sektoral untuk persiapan pengamanan Natal dan malam Tahun Baru.

“Pelaksanaan pengamanan akan kita laksanakan pada tanggal 23-24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 3 Januari 2022. Hal yang diperhatikan tentunya yang pertama ibadah untuk teman kita yang merayakan Natal, kedua pengamanan di lokasi wisata, ketiga pengamanan pada malam tahun baru,” kata Kombes Pol Irvan, Selasa (21/12).

Dalam pengamanan ini kita menggunakan reverensi instruksi Mendagri No 66 Tahun 2021, yang di juwata kan dalam peraturan Walikota No 20 Tahun 2021.

“Yang berbeda perayaan tahun ini dari sebelumnya, dimana perayaan di gereja dilakukan secara online daring tetapi sekarang sudah bisa hadir langsung dengan kapasitas 75 persen, dan kita akan mengumpulkan tokoh agama Kristen membahas hal ini,” katanya.

Baca Juga:  Nyaleg Dari Demokrat,  Siti Aprilia Susanti Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat 

Sedangkan untuk tempat wisata masih dalam tahap proses. “Apakah akan ditutup pada tanggal 24 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022 ataukah hanya pada malam Natal dan tahun baru. Malam tahun baru 2022, saya sebagai Kapolrestabes meminta kepada seluruh masyarakat Kota Palembang, terutama usaha malam atau club’ malam tidak ada pelaksanaan perayaan malam tahun baru, ini sudah digariskan pemerintah dan satgas pusat. Jadi lakukan kegiatan seperti biasa saja,” katanya.

Sementara itu, masih kata Kapolrestabes bahwa untuk Jembatan Ampera untuk malam tahun baru akan ditutup.

“Saya meminta masyarakat Kota Palembang mungkin Jembatan Ampera akan kita tutup, mulai jam 21.00 sampai dengan dinihari. Tapi masih dalam pembahasan. Kita akan terima update perkembangan setiap saat, yang jelas laksanakan perayaan tahun baru di tempat atau rumah masing – masing. “Berdoa instropeksi diri dirumah masing – masing, hindari kerumunan ataupun adanya bermain petasan dan lain-lain,” katanya.

Baca Juga:  5 Pjs Bupati Di Sumsel Di Kukuhkan

Sedangkan untuk penyekatan  pihaknya mendapatkan  kabar dari kementerian perhubungan, sementara pemerintah pusat menghilangkan penyekatan.

“Tetapi akan mengadakan pengetatan dan pelaksanaan pengecekan vaksinasi secara random kepada pengguna jalan yang ada di Kota Palembang,” katanya.

Sementara untuk pos pengamanan, masih kata Kapolrestabes mengatakan Pos PAM akan ditempatkan di 11 titik yang berfungsi sebagai pengamanan, pelayanan, dan penyekatan apabila dibutuhkan.

“Pos besar ada di air mancur, simpang empat DPRD, dibeberapa Mall, Talang Jambi, Nilakandi, untuk personil Polrestabes menurunkan 450 personil gabungan, diantaranya TNI, Danlanal, Danlanud, Dishub, Sat Pol PP, Sencom mitra Polri, dan lainnya,” katanya.

Untuk anggota Pam yang berpakaian biasa kita terjunkan secara pam terbuka dan tertutup. “Pengamanan secara terbuka dan tertutup selalu ada dalam setiap kegiatan kepolisian, ada yang secara uniform polisi dan tertutup, untuk jumlahnya rahasia,” katanya.#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...