38 Komunitas Kota Palembang Meriahkan Peringatan  Perang 5 Hari 5 Malam

217
Suasana berpoto bersama usai talkshow “Melawan Lupa: Perang 5 Hari 5 Malam”, Minggu (19/12).(BP/IST)

Palembang, BP- Guna mengenang hebatnya perang 5 hari 5 malam di kota Palembang pada tanggal 1 sampai 5 Januari 1947, sebanyak  38 komunitas di kota Palembang akan menggelar sejumlah kegiatan memeriahkan peringatan perang masyarakat Palembang melawan Belanda di kota Palembang.

Menurut Ketua Panitia, Vebri Al Lintani  dari  tanggal 1 sampai tanggal 5 Januari 2022 tersebut akan ada sejumlah kegiatan di dukung 38 komunitas di kota Palembang dimana pada tanggal 1 Januari 2022 akan di gelar pawai jeep, vespa tua dan sepeda ontel dimulai dari Masjid Agung Palembang lalu berkeliling ke Jalan Kapten A Rivai , Jalan Merdeka dan kembali ke Masjid Agung, Palembang.

Baca Juga:  Proyek Perdana Dekomisioning Hulu Migas Direalisasikan

“ Ada teatrikal , ada orasi dan baca puisi, ada penghargaan buat veteran , ada pengibaran bendera merah putih lalu ada diskusi yang akan di lakukan komunitas Sahabat Cagar Budaya setiap hari dengan lokasi berbeda,” katanya, Selasa (21/12).

          Lalu di hari  kedua menurut mantan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) ada kegiatan  ziarah ke makam pahlawan dan makam para suhada .

“ Hari kelima ada bedah buku Bumi Sriwijaya Bersimbah Darah, karya Abi Hasan Said,” katanya.

Sebelumnya menurut Vebri  pihaknya menggelar talkshow “Melawan Lupa Perang 5 Hari 5 Malam” yang digelar di Markaz Pakjo Bakso Granat Mas Azis, Jalan Inspektur Marzuki, Siring Agung, Ilir Barat (IB) I, Palembang, Minggu (19/12).

Baca Juga:  Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel Tegaskan Tetap Solid Dukung Airlangga

“Dalam kegiatan ini tidak ada materi khusus yang disampaikan, tapi dahsyatnya perang 5 hari 5 malam mesti kita peringati karena kita tidak boleh melupakan sejarah,” ujar Vebri .

Direktur Kobar9 ini menceritakan, pertempuran 5 hari 5 malam di Palembang terjadi 1 hingga 5 Januari 1947. “Ini merupakan salah satu rangkaian peristiwa sejarah kita dalam mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” kenangnya.

Di mana pada 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Mohammad Hatta mengproklamirkan kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia setelah menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 dalam Perang Asia Timur Raya atau Perang Dunia II.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Sumsel Pertanyakan Lelang Di Provinsi Sumsel Yang Tidak Transparan

Dia menjelaskan, digelarnya kegiatan ini untuk membangkitkan semangat bela negara, nasionalisme, dan patriotisme. “Hal inilah yang kita ingin bangkitkan dalam diri setiap masyarakat melalui kegiatan ini,” katanya.

          Selain Vebri, dalam talkshow yang dipandu moderator Hidayatul Fikri alias Mang Dayat itu juga menghadirkan pembicara seorang sejarawan Kemas Ari Panji.#osk

Komentar Anda
Loading...