Duel Maut Pasal Utang, Satu Meninggal

125
Dua warga terlibat duel maut di Jalan Ahmad Yani, Lorong Karet, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Jumat (3/12), sekitar pukul 09.30 .(BP/IST)

Palembang, BP—Dua warga terlibat duel maut di Jalan Ahmad Yani, Lorong Karet, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Jumat (3/12), sekitar pukul 09.30.

Akibat kejadian itu, keduanya dilarikan ke rumah sakit. Dua orang tersebut, diketahui bernama M Ridho (28), dan Husni (36).

Husni, warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Manggis, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, meninggal dalam perjalanan menuju RSU Muhammadiyah Palembang.

Kemudian, Ridho, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, dilarikan ke RSUD BARI Palembang. Ridho diketahui mengalami luka di kaki, paha dan tangan.

Duel maut itu terjadi karena pelaku menagih utang uang sebesar Rp500 ribu kepada korban.

Baca Juga:  Jari Kelingking Bayi Terpotong Saat Dirawat, Bapak Lapor Polisi

Pelaku yang datang baik-baik menanyakan perihal utang, tetapi korban malah marah dan mencekik pelaku yang belum diketahui namanya.

Kemudian pelaku dan korban langsung berkelahi namun dipisah oleh warga sekitar. Lalu pelaku dan korban pulang ke rumah masing-masing mengambil pisau dan celurit.

Pelaku dan korban kembali bertemu dan kembali melanjutkan duel yang sempat tertunda. Kali korban dan pelaku berduel menggunakan sajam. Dalam duel maut tersebut, korban mengalami luka dan sempat dibawa ke RS Muhammadiyah.

Namun luka yang dialami korban cukup, serius sehingga tak tertolong. Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Baca Juga:  Usai Duel Maut, HS Ditangkap

Ridho mengatakan, kejadian bermula saat ia bertemu dengan Husni di TKP. “Saat itu, saya menanyakan utangnya ke saya Rp500 ribu,” katanya Jumat (3/12).

Dikatakan Ridho, ia tagih utang baik-baik, tetapi Husni malah marah dan mencekiknya.

“Saat itu kami berkelahi, namun dipisah oleh warga sekitar. Dan dia langsung pulang ke rumah,” katanya.

Lanjut Ridho menjelaskan, melihat Husni pulang, ia juga pulang ke rumah dan mengambil sajam jenis pisau dan celurit.

“Karena saya tahu dia pulang mengambil senjata, lalu saya pulang juga mengambil pisau dan celurit. Saat saya keluar lagi, saya bertemu dengan dia. Dan terjadilah kejadian tersebut,” kata Ridho.

Baca Juga:  Ayah Terdakwa Buka Baju dan Tantang Polisi Menembaknya

Sementara itu, kakak perempuan Husni, Ani mengatakan, bahwa ia tidak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa Husni. Ia mengatakan, mendapatkan kabar kalau adiknya dilarikan ke rumah sakit.

“Pada saat saya mendapatkan kabar itu, saya baru pulang dari pasar. Saat saya tiba di rumah sakit, ternyata sudah meninggal. Dan setahu saya, mereka memang ada selisih paham,” katanya. #osk

 

Komentar Anda
Loading...