Jelang Pemilu 2024, KPU Kota Palembang Mutahirkan Data Kematian

Palembang, BP- Setiap pemilu, KPU Kota Palembang selalu di repotkan dengan munculnya data kematian yang tidak update.
Kini KPU kota Palembang tengah mempersiapkan untuk membuat daftar kematian dan kini tengah membuat jadwalnya.
“ Kemarin ada surat edaran ketika kami selesai audiensi dengan pak Walikota ditindaklanjuti oleh pak Sekda membuat jadwal, bahkan kemarin terhenti kegiatan itu karena corona, karena zona merah kemarin Palembang, jadi pak Sekda sudah mengeluarkan surat edaran untuk warga melaporkan kematian itu cukup ke RT, RT melapor ke kelurahan dan kelurahan akan membuatkan surat akta kematian,” kata Ketua KPU Palembang Syawaludin usai acara Sosialisasi dan Pelatihan Kader Demokrasi KPU Kota Palembang dilaksanakan di aula KPU Palembang, Rabu (10/11)
Dalam pemilu lalu menurutnya cukup banyak warga meninggal dunia yang namanya masih terdaftar yang jumlahnya 5 sampai 6 persen.
“ Dan ini sangat mengganggu karena ketika tadi sosialisasi ada pertanyaan masalah data, paling banyak Palembang soal yang meninggal , inilah mungkin inovasi dari KPU ke pihak Pemerintah untuk mengecilkan data kematian ini sehingga di hari H tidak muncul lagi , walaupun masih muncul tapi tidak siknifikan seperti tahun kemarin,” katanya.
Menurutnya pihak dukcapil sendiri tidak bisa menghapus data kematian dan terkadang masyarakat tidak memahami hal tersebut.
“ Jika masyarakat meninggal di database dukcapil itu hanya ada kalimat non aktip, ini KPU ketika database di dukcapil non aktip belum bisa menghapus karena kalimat non aktip belum dibuang, karena syarat harus di hapus, masyarakat harus memiliki dua syarat yaitu surat kematian dari kelurahan dan dari pihak rumah sakit,” katanya.
Karena itu pihaknya mendorong masyarakat ini melalui RT setempat untuk melaporkan ke kelurahan dan pihak kelurahan mencetak surat kematian tersebut.
“Jadi kami KPU dan stekholder lain kami akan mengajak Bawaslu dan Dukcapil untuk melakukan sosialisasi ke bawah ke tingkat kecamatan dan kelurahan dan memberikan surat edaran ke RT, RT memberitahukan apabila ada warganya meninggal dunia RT setempat segera melaporkan ke kantor lurah, kantor lurah akan langsung mengeluarkan akte kematian,” katanya.
Dan soal data kematian ini menurutnya sudah dimulai dilakukan pihaknya tahun ini .
“Sini kami membantu pihak dukcapil untuk mengurangi beban dukcapil juga menyikapi kematian warga ini , karena dukcapil sendiri ketika warga tidak mengurus akta kematian maka dukcapil tidak bisa membuang data base kematian, disini kami bisa sosialisasi ditingkat bawah khan ada forum RT, maka kami akan ke Forum RT itu setiap bulan , kami akan sosialisasi mengecek, menghimbau bahkan kami akan memberikan surat edaran sampai 2024,” katanya.
Selain itu pihaknya juga melaksanakan pemutahiran data berkelanjutan seluruh Indonesia.
“ Jadi setiap bulannya kami , pemutahiran data, data dari dukcapil baik data kematian yang terdata di dinas pemakaman, data pemula baik yang datang , baik yang dipindah tiap bulan kami mutahirkan terus, sekarang ada perubahan triwulan kami plenokan, jadi setiap perbulan kami plenokan di internal kami dan triwulan kami plenokan dan kami mengundang stekholder baik seluruh partai, dukcapil, dinas pemakaman, Polrestabes dan Kodim,” katanya.
Sedangkan mengenai Sosialisasi dan Pelatihan Kader Demokrasi KPU Kota Palembang dilaksanakan di aula KPU Palembang, Syawaludin mengatakan, pihaknya berharap setelah mengikuti sosialisasi peserta menjadi kader yang siap mensosialisasikan akan pentingnya penyelenggaraan pemilu.
“Ini sosialissi ke empat , kegiatan penutup di tahun 2021 , pihaknya juga melakukan sosialisasi ke lapangan peserta kecamatan, kelurahan .Kegiatan ini KPU Kota Palembang berkerjasama dengan Kesbangpol ,” katanya.#osk