Prof Hardi: Saya Minta Maaf

Palembang, BP–Terkait bantuan dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 sejumlah Rp 2 Triliun, pihak Polda Sumsel hari ini Senin (2/8) mengamankan Heryanti yang merupakan anak bungsu Akidi Tio untuk diperiksa lebih lanjut. Sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari pihak Polda Sumsel tentang status Heryanti.
Prof Dr Hardi Darmawan yang pada saat menyerahan bantuan simbolis kepada Kapolda Sumsel turut mendampingi keluarga Akidi Tio pekan lalu, menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat.
Hardi yang juga datang ke Mapolda Sumsel terlihat dikawal Kombes Pol Ratno Kuncoro Direktur Intelkam Polda Sumsel dan sejumlah petugas lainnya.
“Ya kalau tidak ada saya minta maaf,” ujar Hardi yang sebelumnya dikenal sebagai Direktur Utama salah satu rumah sakit terkemuka di Palembang.
Ditambahkan jika dirinya tidak mengetahui persis apakah uangnya memang benar ada atau tidak. Saat ditanya Kombes Pol Ratno Kuncoro apakah dirinya sudah pernah melihat bentuk fisik uangnya, Hardi menjawab belum.
“Saya gak tau, dia mengatakan kepada saya sudah ada (uangnya, red),” ujar Hardi lagi sembari menaiki tangga lantai atas Mapolda.
Kasus ini bermula saat pihak Polda Sumsel memperoleh bantuan penanggulangan covid-19 sejumlah Rp 2 Triliun pada Senin (27/7) lalu. Bantuan diserahkan keluarga Akidi Tio yang merupakan pengusaha sukses berasal dari Aceh. Penyerahan saat itu dilakukan oleh Heryanti dan didampingi Hardi Darmawan yang mengakui merupakan dokter pribadi keluarga Akidi Tio. *rik