Trans Musi Angkut 1,9 Juta Penumpang Dalam Satu Tahun

40

Palembang, BP–Meskipun di masa pandemi Covid-19, masyarakat Kota Palembang tetap memilih menggunakan transportasi umum saat bepergian, salah satunya Trans Musi. Dalam satu tahun ini, tercatat 1,9 juta orang di Palembang menggunakan jasa angkutan Trans Musi.

Layanan bus yang kini dikenal juga dengan “Teman Bus” ini dikelola oleh PT Trans Musi Palembang Jaya (TMPJ) sejak 2 Juni 2020. Teman Bus Trans Musi yang merupakan program Buy The Service Kementerian Perhubungan ini masih gratis melayani di empat koridor.

Direktur Utama PT Trans Musi Palembang Jaya (TMPJ) Anthony Rais mengatakan, setelah satu tahun operasional sejauh ini kehadiran “Teman Bus” sangat dirasakan manfaatnya. Trans Musi ini tetap menjadi pilihan transportasi umum oleh masyarakat.

Baca Juga:  Kepala Staf Kepresidenan dan Wali Kota Palembang Tinjau Koperasi Merah Putih Kelurahan Sialang

“Tahun pertama ini, sebanyak 66 bus yang operasional untuk melayani empat koridor yang telah ditentukan,” katanya di sela perayaan HUT ke-1 PT TMPJ, Rabu (2/6/2021).

Empat koridor Teman Bus ini yakni Alang-Alang Lebar – Dempo, Sako – Asrama Haji, Jakabaring- Plaju dan Alang-Alang Lebar – Talang Jambe. “Untuk operasional bus besar yakni ada 19 bus dan 2 cadangan. Sedangkan bus kecil ada sebanyak 40 bus dan 5 cadangan,” katanya.

Sesuai dengan ketentuan, bus tidak boleh melanggar aturan seperti diantaranya harus siap operasional, kecepatan tidak boleh di atas 50 Km/ jam, kondisi bus harus bersih, supir tidak boleh mengantuk dan merokok.

Baca Juga:  Simpan Sabu, Tiga Sekawan Ditangkap  Polisi

“Dalam satu tahun ini ada kena denda Rp4-9 juta perbulan karena melanggar seperti terlambat, kaca bus kotor, kecepatan,” katanya.

Selain di kantor, kementerian dapat langsung memantau bus yang jalan dari pusat. Selain itu ada juga petugas dari pusat yang ditempatkan di Palembang dimana setiap harinya mengecek kondisi bus.

“Dan mobil kita ini juga dilengkapi dengan CCTV baik di depan, belakang dan di dalam gunanya untuk mengawasi aktivitas baik dari supir dan operasional bus ini,” katanya.

Untuk jam operasional yakni “Teman Bus” ini mulai pukul 04.30 sampai 20.30 WIB. “Hingga saat ini untuk tarif kita masih gratis, kita belum tahu kapan akan ada tarif tertentu sampai ditetapkan oleh Kemenhub,” katanya.

Baca Juga:  Peran Guru Sejarah Terhadap Pentingnya Mempelajari Sejarah Lokal Palembang Kepada Peserta Didik

Antoni mengatakan, di tahun ini belum ada penambahan bus. Namun pihaknya berencana akan melakukan perubahan bus listrik. “Rencana kita akan lakukan perubahan bus ke bus listrik jika masa mobil ini habis. Rencananya bus listrik ini akan kita gunakan pada tahun 2023,” katanya.

Ia mengatakan bus listrik ini jauh lebih baik dibandingkan bus saat ini. “Terutama tidak bising dan amah lingkungan. Mobil bus listrik ini juga sudah dipakai di Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar lainnya,” katanya. #pit

Komentar Anda
Loading...