Pemkot Palembang Sudah Ukur 16 Hektar Lahan di Pulau Kemaro, Syaiful Padli: “Pemkot Palembang Tidak Akomodir Zuriat Kyai Merogan“

Penasehat Kyai Merogan, Benny Mulyadi menegaskan kalau Pulau Kemaro merupakan benteng Pertahanan Kesultanan Palembang dan pulau Kemaro merupakan makam dari Kapiten Bongsu dari Dinasti Ming Cina yang beragama Islam yang gugur saat Perang Kuto Gawang 1659 yang menyebabkan raja Palembang Sidoing Rejek mengungsi dan dimakamkan ke Saka Tiga Ogan Ilir (OI).
“Kita sangat prihatin di Cina makam Laksamana Cheng Ho diperlakukan sesuai syariat Islam berbeda dengan dengan Kapiten Bongsu di Pulau Kemaro diperlakukan tidak sesuai syariat Islam dan Pemkot Palembang membuat legenda menyesatkan Siti Fatimah dan Tan Bun An, untuk itu dalam rangka memupuk wawasan kebangsaan dan bela negara diperlukan pelurusan sejarah Pulau Kamaro, kami mendukung konsepsi pariwisata Pancasila yang cerdas bermartabat , menjunjung nilai religi dan budaya,” katanya.
Sebelumnya Walikota Palembang H Harnojoyo memastikan untuk urusan lahan di Pulau Kemaro tidak ada permasalahan. Semua sudah clear tersertifikasi atas nama Pemkot Palembang.
“Lahan Bungalo ini seluas 30 hektar merupakan lahan milik Pemkot Palembang. Itu sudah tidak ada masalah. Makanya kita fokus untuk menyelesaikan pembangunan ini supaya investor juga melirik. Kalau tidak disegerakan, ya kita ketinggalan,” katanya kepada wartawan saat kunjungan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau pembangunan di Bungalow di Pulau Kemaro, Senin (19/4) dengan didampingi perangkat OPD Sumsel.
Menurut Harno, Bungalow ini ini akan digadang sebagai Ancol-nya Palembang.
“Di sini juga sebagai tempat anak-anak main pasir. Inikan cukup luas kurang lebih 350 meter dengan lebar 100 meter wilayah intinya. Semoga ke depan investor turut serta membantu, sehingga terget kita dapat tercapai secepatnya,” katanya.#osk