UIN Rafah Gelar Kuliah Tamu ‘Wakaf Goes To Campus’ Palembang

Palembang, BP
Ketua Badan Wakaf lndonesia (BWI), Prof. Dr. Ir. H.Mohammad Nuh, DEA Berikan kuliah Tamu di Kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN Rafah) Palembang dengan tema Jadikan “Wakaf sebagai Gaya Hidup Milenial”, dilaksanakan pada gedung Academic Center, Kamis (12/9/2019).
Kegiatan kuliah tamu yang berlangsung di gedung Akademik Center (AC-UIN Rafah) diikuti oleh ribuan mahasiswa UIN Raden Fatah, diawali dengan menggelar doa bersama bagi mendiang Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie yang telah wafat, Rabu (11/9) malam kemarin.
Pembacaan doa alfatihah dipimpin Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh sebelum memberikan materi perkuliahan. Pengiriman doa ini juga diikuti Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Sirozi dan sejumlah pejabat tinggi UIN lainnya seperti dekan, kajur serta para dosen.
Rektor UIN Rafah, Prof. Drs. H.M. Sirozi, MA., Ph,D. dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan dan kesalehan spiritual saja tetapi juga harus memiliki kecerdasan sosial.
“Kita juga sudah membentuk tim kecil untuk mendirikan badan wakaf khusus pelayanan bidang pendidikan, Oktober mendatang akan di launching. Kita yakin dengan wakaf wajah Indonesia akan berubah jadi lebih baik,” paparnya.
Mohammad Nuh dalam sambutannya menyampaikan, wakaf adalah instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas dakwah, dan menjaga kemartabatan. la mencontohkan kebun kurma yang diwakafkan Sayyidina Umar dan hasilnya digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin dan yang membutuhkan.
Ia juga mencontohkan wakaf sumur oleh Sayyidina Utsman yang memberikan manfaat sumber air minum bagi penduduk Madinah.
Nuh juga mencontohkan wakaf Habib Bugak Aceh berupa tanah dan rumah singgah bagi jamaah haji Aceh. Aset itu sekarang dikelola secara produktif dan menjadi beberapa hotel yang keuntungannrya disalurkan kepada jamaah haji asal Aceh.
Di Eropa dan Amerika, jelas Nuh, wakaf pun dikembangkan untuk membangun dan membiayai perguruan tinggi, seperti Harvard University dan Stanford University. Namun, mereka menyebut kegiatan wakaf dengan istilah endowment. Dengan wakaf itulah Harvard dan Stanford berkembang menjadi perguruan tinggi yang diakui dunia internasional,
karena itulah Nuh mengajak generasi milenial untuk turut memajukan wakaf dan menjadikannya sebagai gaya hidup.
Penyelengara wakaf Goes to Campus ke VI di Palembang menyasar generasil milenial mahasiswa karena mereka adalah generasi elit calon pemimpin bangsa. pada 10-15 tahun lagi mereka akan menjadi tokoh-tokoh yang di harapkan sudah memahami wakaf dan berkontribusi untuk memajukan wakaf produktif, baik sebagai yang berwakaf maupun sebagai pengelola wakaf.
Acara BWI dgn tajuk Wakaf Goes to Campus VI Palembang Kampanyekan Wakaf sebagal gaya hidup milenia! yang di laksanakan pada dua kampus berbeda yakni di Universitas Sriwijaya dan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, pada 12 September 2019.
Di Kampus Unsri Palembang dilaksanakan acara pembukaan dan seminar nasional pada pagi harinya, sedangkan di kampus UIN Raden Fatah dilaksanakan acara kuliah umum wakaf pada sore harinya. Melalui acara itu BWI bersama Unsri dan UIN Raden Fatah mengajak generasi mllenlal memajukan wakaf dan menjadikannya sebagai gaya hidup. (Rill/Sug)