Keterwakilan Perempuan di DPRD Sumsel Meningkat, Anita Noeringhati: Ini Meningkat Karena Perjuangan Perempuan

Ketua DPD Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Anita Noeringhati
Palembang, BP
Hasil pemilu legislatif (Pileg) 2019 di Sumsel, berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan ada peningkatan keterwakilan para perempuan dibanding laki- laki di DPRD Sumsel.
Di DPRD Sumsel, terdapat penambahan caleg perempuan yang duduk di kursi DPRD Sumsel periode 2019- 2024, yang sebelumnya 13 kursi menjadi 15 kursi dari total 75 kursi yang tersedia.
Mereka adalah Hj RA Anita Noeringhati (Golkar) Meli Mustika (PDI Perjuangan, istri Bupati OI), Ike Mayasari (PDIP), Lindawati Syarofi (Golkar), Nilawati (PKB), Yenny Elita (Nasdem, kerabat Bupati OKU), Susilawati (Gerindra), Tina Malinda (PDIP), Lia Anggaraini (Demokrat), Hj Nurhilyah (PKB), Holda (Demokrat), Rita Suryani (PDIP, istri Wakil Bupati Muratara), Susy Imelda (PDIP, istri Wabup Muba), Kartika Sandra Desi (Gerindra), dan Nadia Basyir (Golkar).
Ketua DPD Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Sumsel Hj Anita Noeringhati mengaku bangga banyak kalangan perempuan menjadi anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024.
“Golkar ada tiga perempuan, PDIP itu ada 7 , PDIP terbanyak jadi sudah 10, demokrat ada berapa ya, yang jelas semua partai politik ada, Nasdem 1 perempuan, PKB masih bunda Nila, Gerindra masih ada Kartika Sandra Desi, ibu Susi yang pasti meningkat dari periode kemarin, yang jelas kalau kemarin kita meningkat karena PAW, kalau ini meningkat karena perjuangan perempuan, saya belum hitung yang berapa persen peningkatannya,” kata politisi Partai Golkar ini, Selasa (27/8).
Bangga dengan banyak keterwakilan perempuan di DPRD Sumsel periode 2019-2024, Anita menilai perempuan memang harus diperhitungkan.
“ Walaupun keterwakilan perempuan belum 30 persen di DPRD Sumsel namun sudah meningkat di bandingkan periode kemarin, “ kata Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini.#osk