DKSS Sumsel Kembangkan Pariwisata Sumsel Melalui Seni

23
BP/DUDY OSKANDAR
Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) menggelar FGD Pengembangan Pariwisata Melalui Seni di lantai III Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Kamis (20/6).

Palembang, BP
Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) menggelar FGD Pengembangan Pariwisata Melalui Seni di lantai III Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Kamis (20/6).
FGD ini di gelar menjelang rakor DKSS Sumsel yang akan digelar dalam waktu dekat.
“ Makanya kita mengakomodir masukan kalangan seniman, budayawan, baik pihak hotel dan komunitas sehingga mendapatkan kita mendapatkan hasil rakor nanti bisa mengakomodir kemauan pihak terkait, ini gunanya supaya DKSS memasukkan program lebih maju salah satunya pengembangan wisata melalui seni, disini ditekankan bagaimana seorang seniman mengangkat pariwisata misalnya melalui lagu, tari, atraksi,” kata Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Raden H Syahril Erwin, SE (Yaya) usai mengikuti FGD Pengembangan Pariwisata Melalui Seni di lantai III Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Kamis (20/6).
Kedepan menurutnya, pelaku seni bisa mengangkat pariwisata Sumsel lebih maju lagi dengan karya yang dimilikinya .
Selain itu pihaknya akan memberikan kesempatan kepada daerah-daerah untuk tampil dan menyambut tamu berkerjasama pihak lain termasuk PHRI, karena PHRI adalah salah satu penggerak parwisata di Sumsel guna mengangkat dan memajukan dunia pariwisata Sumsel dengan berbagai atraksi seni dengan mengangkat nilai-nilai kebudayaan Sumsel dari berbagai daerah yang ada di Sumsel.
“Mereka khan bisa menyambut tamu, menerima tamu, mendatangkan tamu dengan melalui program-program tour seperti Asita , “ katanya.
Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) I Ketut Muliawan mengakui tahun ini tingkat kedatangan wisatawan ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menurun hal ini disebabkan salah satunya tingginya harga tiket pesawat.
“ Penurunan itu 10 sampai 20 persen , kalau ininya lebih kurang keluhannya harga tiket pesawat yang tinggi tapi PHRI Sumsel membuat kartu Super Sumsel ini untuk merangsang juga , istilahnya kalau Kartu Super Sumsel itu ada diskon khusus baik makan, penginapan dan ini kearah ke arah tiketing juga,” katanya sembari mengatakan Sumsel lebih ke wisata Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition” ( Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) usai mengikuti FGD Pengembangan Pariwisata Melalui Seni di lantai III Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Kamis (20/6).
Akibatnya tiket pesawat mahal hal ini membuat turunnya tingkat hunian hotel-hotel di Palembang.
“ Untuk nilai-nilai seni yang ada di Sumsel kedepannya gaungnya itu sudah benar-benar lebih dahsyat lagi, dengan pentahelik ini gabungan dari semua asosiasi yang hadir, kalau bukan kita siapa lagi untuk ada kesadaran dari masyarakat juga khususnya untuk sebagai media promosi,” katanya.
Untuk di hotel-hotel di Palembang sudah ada beberapa yang rutin menampilkan kesenian Sumsel terutama ada kegiatan –kegiatan nasional.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Lorong Haji Umar Palembang  Dilalap Api

“ Untuk penampilan kesenian di Bandara SMB II itu ranahnya dari PT Angkasa Pura, kalaukami bicara khusus perhotelan tapi dalam penyambutan tamu kita menggunakan busana Palembang dan pengalungan sehingga para official dan atlet merasa bangga mendapat sambutan seperti itu ,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...