Kantongi Dukungan 12 Kelompok Minang, H.Epi Syamsul Komar Resmi Maju Calon Ketua IKM Lubuklinggau
LUBUKLINGGAU, BP- Dukungan terhadap H. Epi Syamsul Komar (HESK) Rajo Mudo untuk memimpin Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau semakin menguat. Dengan mengantongi dukungan resmi dari 12 kelompok Minang, HESK mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031, Kamis (6/8/2026).
Pendaftaran berlangsung di Gedung Bundo Kanduang, Sekretariat Panitia Musyawarah Besar (Mubes) IKM Kota Lubuklinggau, Jalan Letkol Atmo, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
HESK datang didampingi Ketua Tim Pemenangan Uda Rafles Rangkayo Sati bersama para ketua kelompok Minang. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya dukungan menjelang pelaksanaan Mubes IKM.
Ketua Panitia Mubes IKM Kota Lubuklinggau, Efrizal, mengatakan proses pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Panitia memberikan kesempatan kepada seluruh warga Minang yang memenuhi persyaratan untuk ikut mencalonkan diri.
“Hingga hari terakhir pendaftaran, HESK menjadi bakal calon yang telah memenuhi syarat dukungan dengan mengantongi rekomendasi tertulis dari 12 kelompok Minang di bawah naungan IKM Kota Lubuklinggau,” ujar Efrizal.
Ketua Tim Pemenangan, Uda Rafles Rangkayo Sati, menyebut pencalonan HESK menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Minang di Kota Lubuklinggau.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi sejarah baru. Semangat persatuan seluruh kelompok Minang telah terbangun. Kami mengajak seluruh dunsanak menyukseskan Mubes IKM dan bersama-sama mengantarkan Uda Epi Komar menjadi Ketua IKM Kota Lubuklinggau,” katanya.
Sementara itu, HESK menegaskan visi yang diusungnya adalah menjadikan IKM sebagai rumah bersama bagi seluruh warga Minang di perantauan.
“Duduak samo randah, tagak samo tinggi. Mangumpuakan nan taserak, manjampuik nan tatingga. Tidak boleh ada dunsanak yang merasa ditinggalkan karena kita semua adalah satu keluarga besar urang Minang di rantau,” ujarnya.
Selain memperkuat silaturahmi dan persatuan, HESK juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi. Salah satu program unggulannya adalah memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta kepada 100 pelaku UMKM warga Minang.
“Kami ingin IKM hadir bukan hanya sebagai organisasi sosial, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui program pemberdayaan ekonomi yang nyata,” jelasnya.
Di bidang budaya, HESK berkomitmen menghidupkan kembali kegiatan olahraga, seni, dan budaya Minangkabau agar generasi muda tetap mengenal nilai-nilai adat di perantauan.
Ia juga menegaskan IKM harus menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan.
“Urang Minang memiliki falsafah barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Semangat gotong royong itu akan menjadi landasan gerakan IKM ke depan, sehingga tidak ada lagi dunsanak yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.