Penggelembungan Suara, KPU Diminta Tunda Penetapan Rekapitulasi Dapil 3 Sumut

Jakarta, BP–Calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar Anton Sihombing mensinyalir adanya penggelembungan suara di internal Partai Golkar, Dapil Sumut 3 untuk meloloskan sosok Ahmad Doli Kurnia ke Senayan.
“Saya sudah lapor ke KPU Jakarta ada temuan Caleg 1 Dapil Sumut 3 Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengelembungkan 3000 suara di Kabupaten Asahan belom di kabupaten dan kota lain,” ujar Anton di Gedung DPR Jakarta, Selasa (14/5).
Anton yang menjabat Ketua BURT DPR tersebut meminta Bawaslu dan KPU di Daerah Pemilihan III Sumatera Utara (Sumut) untuk bekerja independen dan profesional dalam proses rekapitulasi penghitungan suara mulai dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
“KPU harus menunda penetapan rekapitulasi dapil Sumut 3 karena sudah jelas ada penggelembungan suara,” kata Anton yang berada di nomor urut 2 Dapil Sumut 3 tersebut.
Menurut Anton, indikasi permainan kecurangan tersebut sudah terlihat sejak awal dalam penentuan dan penyusunan nomor urut calon. Plt Golkar Sumut Doli Kurnia sengaja dimasukkan dalam nomor urut 1 Dapil 3 untuk menggusur Anton yang telah tiga periode duduk di kursi DPR Senayan
“Beberapa calon sengaja dimasukkan di Dapil III untuk menambah suara seseorang yang sudah dua kali gagal masuk Senayan,” tuturnya
Beberapa indikasi ke arah permainan tersebut kata dia adanya ajakan ke pada pemilih melalui medsos dengan slogan ABA atau asal bukan Anton. Beberapa ketua Golkar tingkat dua yang tidak mendukung seseorang tersebut diganti dengan orangnya. “ Yang jelas kecurangan tersebut sangat sistematis, terstruktur dan masif. Ini perlakuan keji terhadap saya yang telah tiga periode anggota DPR dari Dapil 3,” jelas Anton.
Anton minta DPP Partai Golkar untuk memperhatikan masalah itu, dan tidak mentolerir kader yang curang. #duk