DPRD Sumsel Nilai Dana Perawatan KA Kertalaya Tidak Bermanfaat

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Ra Anita Noeringhati
Palembang, BP
Kereta api (KA) Keretalaya Palembang – Indralaya mendapat kucuran dana perawatan dari Kementerian Perhubungan Rp4,2 miliar
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Ra Anita Noeringhati menyayangkan, cairnya dana tersebut, dia menilai harusnya pusat harus koorinasi dengan daerah, dimana apakah anggaran ini bermanfaat atau tidak .
“ Karena terminal atau statasiun Keretaapi Kertalaya itu sudah lama terbengkalai, sehingga apa yang diinvestasikan kesana banyak tidak bermanfaat daripada manfaatnya, jadi harus mencari solusi dulu, bagaimana keretaapiKertalaya bisa dimanfaatkan,” kata politisi Partai Golkar ini, Minggu (30/12) .
Menurutnya, alangkah baiknya kalau anggaran Rp4,2 miliar tersebut untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Walaupun demikian Provinsi Sumsel hanya bisa mengusulkan karena dana tersebut dan cairnya anggaran tersebut karena kewenangan pusat.
Namun pihaknya menilai bagaimana jalur keretaapi untuk mahasiswa Unsri tersebut lebih efektif dan bermanfaat , dimana tujuan membangun jalur keretapai tersebut adalah untuk mengurangi kecelakaan dan resiko mahasiswa Palembang-Indralaya.
“ Namun sampai sana ternyata jalurnya masih di depan kampus, untuk memasukkan ke kampus jalur itu butuh dana yang tidak sedikit, pertama ini kewenangan pusat dan pasti ada pembebasan lahan , tentu ini jadi kewajiban kita mengusulkan hal tersebut melalui Dinas Perhubungan Provinsi ,apalagi kalau itu ada dana perawatan , karena sifatnya kita hanya sifatnya koordinasi dan tidak bisa mengawasi secara langsung, itu anggaran pusat,” katanya.
Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar usai rapat pembahasan perawatan di Palembang, Jumat , (28/12) mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kementerian Perhubungan dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang menganggarkan dana pengoperasian KA Kertalaya secara berkelanjutan dan terjaga.
Kementerian Perhubungan dalam hal ini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel mau memberikan sumbangsih yang saya rasa sangat penting ditengah visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur bagaimana infrastruktur Sumsel selesai di 2019.
Sekda berharap, dari koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel dapat menindaklanjuti pencairan dan tersebut sesuai peraturan dan peruntukan.
“Pemprov Sumsel mengparesiasi penuh, kabar yang sangat baik ini, oleh sebab itu pihaknya datang kesini untuk menyampaikan apresiasi dan kemudian menindaklanjuti sehingga dana yang akan dicairkan itu sesuai aturan,” katanya.
Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel Sugianto menambahkan, dana yang diberikan untuk pengoperasian Kertalaya ini sendiri, karena ada kaitannya dengan layanan perintis.
Untuk besaran dana anggaran di tahun 2019 nanti, sekitar Rp4, 2 Miliar.
Kaitan dengan Kertalaya ini kami ada, untuk layanan perintis besaran anggaran nya itu sekitar Rp4, 2 miliar. Sehingga tahun depan Kertalaya dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
“Penganggaran ini akan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Dia mengatakan, pengoperasian Kertalaya diharapkan tidak hanya dinikmati mahasiswa saja, melainkan masyarakat umum juga bisa naik Kertalaya tersebut.
Sesuai peruntukannya Kertalaya bisa untuk umum, bisa juga mahasiswa malah kalau masyarakat pihaknya sangat senang, karena sudah disediakan.
“Hal ini karena bila tidak ada penumpangnya kan sayang, jadi saya harapkan umum juga dapat menggunakan,” katanya.#osk