Jembatan Musi IV Butuh 870 Meter Jalan Penghubung

Palembang, BP — Persoalan ganti rugi menjadi persoalan serius yang menyebabkan progres pembangunan Jembatan Musi IV molor. Lahan 870 meter sangat dibutuhkan sebagai jalan penghubung ke Jalan Ahmad Yani.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan dan Jembatan Musi IV BBPJN, Suwarno mengatakan, jembatan yang terletak di Kelurahan Kuto Batu Seberang Ilir yang menghubungkan ke Jalan A Yani di Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu Dua ini, membutuhkan akses jalan yang cukup banyak memakan lahan.
“Jembatan tersebut membutuhkan jalan penghubung dari Jalan KH Azhari ke Jalan Ahmad Yani sepanjang 870 meter. Setelah kita lihat, ternyata Jalan KH Azhari itu sempit. Karena lahannya belum diganti rugi, jadi belum bisa kita lakukan,” katanya.
Progres Jembatan Musi IV saat ini sudah mencapai berkisar 83 persen. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengerjaan pemasangan box girder. Sedangkan untuk pemasangan file cab jembatan hampir rampung. Dari total, 21 titik pemasangan file cab, tersisa tinggal tiga titik lagi yang belum dipasang.
“Sedikit molor, karena proses ganti rugi satu rumah itu saja yang baru kita robohkan 3 Juli lalu. Sekarang masih fokus pada bentang tengah jembatan yang terus dilakukan pengecoran,” ujarnya.
Menurutnya, dari total 18 segmen, sebanyak sembilan segmen atau tepatnya berada di tengah Sungai Musi, pengerjaannya sedikit terlambat dikarenakan banyaknya perubahan pada girder Jembatan. Akan tetapi dalam satu kali pengecoran jembatan, pihaknya langsung melakukan di empat lokasi berbeda secara bersamaan.
Sehingga dengan begitu, pengerjaan jembatan Musi IV bisa selesai tepat waktu. “Masalah girder memang jadi hambatan, tapi itu sudah bisa diatasi. Sekarang, dari total 14 pilar Jembatan, kita sedang mengejar tiga bentang di pilar ke 10-11 dan 11-12. Pengecorannya berbarengan, kita optimis jembatan Musi IV selesai tepat waktu,” jelasnya.
Setelah jembatan Musi IV tersambung antara kawasan seberang ilir dan ulu, tahapan selanjutnya yakni memasuki finishing dengan melakukan pengaspalan, memasang marka jalan, serta lampu. “Setelah selesai sekitar 10 hari baru bisa dilewati secara umum. Tapi baru seadanya tanpa ada ornamen,” katanya. #pit