Lury Elza Alex Ciptakan Generasi Penerus yang Andal dan Berkualitas Melalui SSC

Palembang, BP–Melalui proses penjaringan yang ketat selama 2 bulan terakhir, 25 siswa dari berbagai SMA/SMK dan MAN Sederajat yang ada di Kota Palembang terpilih menjadi siswa perdana dari program Sriwijaya Super Camp (SSC).
Selain nanti mendapatkan psmbekalan bahasa Inggris, calon agen perubahan ini juga diberikan materi terkait dengan pembentukan karakter dari kandidat para pemimpin masa depan.
Founding Yayasan Lury Foundation, Hj Lury Elza Alex Noerdin melalui Ketua SSC, Erwanto Yusuf mengatakan, SSC merupakan salah satu pembibitan genarasi muda yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) , khususnya Kota Palembang.
“Kemarin, telah dilakukan penjaringan 500 pelajar SMA yang ada di Palembang, terjaringlah 50 orang. Dari 50 tersebut diseleksi lagi, kita ambil 25 orang,” kata Erwanto, usai membuka program angkatan I SSC, di Sekretariat SSC Jalan Kapten A Anwar Arsyad, Palembang, Minggu (15/10).
Lebih lanjut dijelaskannya, pembentukan SSC merupakan salah satu program kerja dari Sahabat Lury. Dimana yang menjadi pembinanya Lury Elza Alex Noerdin langsung. Disini beliau menciptakan generasi penerus yang hadal dan berkualitas, sehingga siap berkompentisi
“Mohon maaf, seyogya Ibu Lury ingin hadir. Berhubung beliau dalam kondisi kehamilan jadi berhalangan hadir dan saat ini beliau sedang di rumah sakit,” katanya.
Ditambahkannya, 25 orang angkatan pertama ini, akan dilatih baik dari segi wawasan kepemimpinan, manajemen organisasi, nasional kebangsaan, ke-Islaman, sampai ke minat dan bakat. Sehingga tercipta calon-calon pemimpin ke depan.
“Setiap angkatan dilatih selama 3 bulan, belajar di hari Minggu mulai pukul 09.00 pagi sampai jam 15.00 sore.
Dengan instruktur yang profesional di bidangnya,” katanya.
Dan untuk pemateri sendiri, diakuinya, selain dari kalangan akademisi, praktisi atau profesional dibidangnya serta perwakilan BUMN dan BUMD yamg ada di Kota Palembang seperti PT Semen Baturaja (persero)Tbk dan Bank SumselBabel.
“Kita ingin, mereka yang ada dalam SSC ini akan mampu menjadi agent of change atau seorang agen perubahan yang berkualitas dan berkarakter. Karena itu, saya minta semua siswa bisa lebih aktif dalam proses pendidikan yang akan dibuat dalam sebuah sylabus khusus. Walaupun ini hanya awal, kita yakin program tersebut akan terus berlanjut dan berkesinambungan dengan apa yang menjadi kebutuhan di masa depan. Khususnya pemimpin yang tangguh dengam kualitas dan karakter yang matang,” katanya.
Mentor lainnya, Revi El Rahmad mengatakan, sebelum memasuki masa depan yang gemilang dan penuh dengan tantangan, terlebih dahulu siswa ini diminta untuk mengisi cita-cita atau harapan yang ingin dicapai. Baik kekurangan dan kelebihan yang ada di dalam diri hingga kendala yang dihadapai untuk meraih impian tersebut. Selain itu, target berapa lama hal tersebut akan bisa tercapai.
“Kita akan melihat yang mereka tulis dan akan menjadi kajian dari tim untuk dapat merealisasikannya. Setidaknya, materi yang akan diberikan selama SSC akan menjadi solusi. Kalau memang ada lanjutan, Insya Allah akan direalisasikan,” katanya.
Namun memang, untuk tahap awal ini baru fokus pada siswa sma sederajat, tapi tidak menutup kemungkinan dilanjutkan dengan pengangguran yang ada di Kota Palembang. Setidaknya, hal ini akan mampu menggali semua potensi yang ada untuk memajukan Kota Palembang dan Sumsel pada umumnya.
“Mereka ini memiliki potensi yang sangat besar dan memungkinkan untuk dapat maju dan berkembang, hanya saja untuk wujudkan semuanya ada kendala. Nah itu tugas kita yang akan melakukannya,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta merasa senang bisa mengikuti pelatihan dan pendidikan di SSC.
“Alhamdulilah senang, bisa menambah pengetahuan dan wawasan. Apalagi belajarnya di hari Minggu, jadi tidak mengganggu waktu belajar di sekolah,” kata Auvan Lutfi, salah satu peserta yang berasal dari SMA Negeri Plus 17 Palembang kelas XI. #osk