Chinook Singapura Pulang Kandang

13

Palembang, BP
Armada udata penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) kembali berkurang. Setelah ditinggalkan oleh Thor Australia dan Bombardier Malaysia, kini Chinook milik Singapura harus kembali ke negaranya karena operasinya telah usai berdasarkan kesepakatan sebelumnya.

Kepala Satgas Udara Karhutlah Danlanud Letkol (Pnb) Muhammad Singapura Air Force (1)Reza Yudha Fahlefie mengatakan, selama ini heli Singapura telah sangat membantu operasi pemadaman selama hampir dua minggu di kawasan Cengal, Kabupaten OKI.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel dan Jajaran Nonton Film 13 Bom di Jakarta 

“Setelah penarikan Chinook ini, kami akan segera melakukan strategi lain guna memaksimalkan sarana armada pesawat yang masih beroperasi,” jelasnya usai briefieng, Jumat (23/10).

Saat ini, dua pesawat waterbombing sewaan BNPB dari Rusia sangat efektif melakukan pengeboman di kawasan Air Sugihan, OKI. Selama dua hari bergabung dalam operasi, dua pesawat Rusia melakukan hampir 81 waterbombing.

Baca Juga:  Hasil Survei LSI Denny JA, Teras Indonesia Sebut Peluang Askolani Besar Pimpin Kembali Banyuasin

“Hari Pertama 51 waterbombing, dan hari kedua sebanyak 30 water bombing. Tentu, penggerakan operasi udara lebih berat ketimbang darat. Karena banyak pertimbangan dalam melakukan sorti (penerbangan), water bombing dan lainnya,” ungkapnya.

Ia juga memastikan saat melakukan pemadaman titik api di tiga kawasan utama di OKI, tim operasi udara masih terhalang oleh jarak pandang yang terganggu pekatnya kabut asap. Akibatnya, dua heli tractor dipindahkan ke Lanud Pangkal Pinang.

Baca Juga:  Update Covid-19 Sumsel 19 Juli: Positif Naik 46 Jadi 3.012, Sembuh Tambah 17 Menjadi 1.408

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNBP Harmensyah mengatakan, kinerja pesawat Rusia Beriev BE-200 sangat membantu. Efektivitasnya membuat beberapa kawasan di Air Sugihan OKI yang masih terkepung titik api mulai menurun. #idz

Komentar Anda
Loading...