Puzzle Politik di Palembang Dituntut Segera Disusun

25
Bagindo Togar Butar-Butar

Palembang, BP–Bagindo Togar Butar-Butar yang merupakan pemerhati politik dan juga Ketua IKA FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri) menilai, seiring berjalan waktu ‘bingkai puzzle politik’ Pilkada di Palembang dituntut agar segera disusun.

Para pemain yakni bakal pasangan calon mulai meningkatkan komunikasi politik terhadap simpul-simpul pengambil keputusan yang menjadi bagian penting dalam penetapan calon peserta pilkada kota Palembang tahun depan.
“Secara khusus dalam hal ini partai partai politik yang kelak menjadi lembaga politik pengusung serta pendukung, tentunya berpengaruh atas dinamika demokrasi di kota ini. Sepertinya pasangan walikota dan wawako saat ini masih berjuang juga berpeluang untuk jadi pasangan calon yang ikut bertarung dengan mengandalkan dukungan Partai Demokrat dan beberapa parpol lain diantarannya, diprediksikan PAN dan PPP, bila diakumulasi berdasarkan perolehan di DPRD Kota sama dengan 12 kursi. Cukup, sebab dukungan minimal 10 kursi,” katanya, Minggu (15/10).
Lantas yang menjadi pesaing utamanya, menurutnya, bak pertandingan sepakbola, aroma El Classico pun menguat. Pasangan Sarimuda-Rozak dengan partai pendukung utamanya partai Nasdem yang sepertinya akan ada dukungan susulan dari Partai Gerindra dan mungkin juga PKS yang bila dijumlahkan menjadi 13 kursi di DPRD Kota.
“Dan mengamati situasi atas dinamika politik lokal terkini, peluang munculnya pasangan ketiga yang akan berkompetisi dalam Pilkada Kota yaitu calon walikota yang kelak berminat meminang Saudara Hernoe R yang telah memperoleh dukungan resmi dari PKB untuk jadi wakil walikota, di mana berdasarkan informasi atau kabar yang beredar adalah PDIP dan Partai Hanura bila berhasil terhimpun total 17 kursi di DPRD Kota,” katanya.
Maka, mengacu pada uraian berdasarkan komposisi dukungan antar-parpol, masih ada 8 kursi, yaitu 6 kursi milik Partai Golkar dan 2 kursi punya PBB, di mana sampai saat ini belum memberi pesan atau sinyal kuat akan ke pasangan calon wako/wawako diberikan hak dukungan politik.
“Wajar wajar saja ketiga pasangan calon tadi berharap dukungam politik dari kedua partai tersebut, berikut mobilisasi konstituen dan akselerasi maupun efektivitas mesin organisasi atau parpol masing-masing,” katanya.
Akan tetapi semua dukungan politik tersebut memiliki implikasi dan konsekuensi terhadap masing-masing parpol.
Apalagi dalam ‘mengiasayi’ moment dukungan politik tersebut butuh “six sense, kejelian dan kemasan” yang pas sehingga nantinya menjadi brand politik yang banyak diminati, juga bermanfaat bagi publik, alias besar peluangnya sebagai pemenang.
“Pertarungan Pilkada Kota Juni mendatang, di sinilah peran serta rancangan strategi pemenangan oleh koalisi parpol teruji efektivitasnya, di mana dalam satu periode tertentu para parpol ‘menikmati panen’ kerja politiknya. Artinya partai partai politik tersebut harus mampu secara cepat dan tepat ke pasangan bakal calon yang mana hak suara dukungan politiknya diarahkan,” katanya.
Mengenai elaktibilitas para bakal calon saat ini, senyatanya akan berbeda pada saat pra dan pasca rekomendasi yang diterbitkan oleh Partai Politik. Karena rekomendasi tesebut merupakan sikap politik parpol, maka akan berimplikasi kepada kelompok-kelompok sosial yang menjadi basis atau konstituen parpol tersebut, yang dilatar belakangi oleh faktor program-program , empirikal institusi, ideologi dan sifat politik aliran yg dianut.
“Selanjutnya bagaimana elaktibilitas para calon Walikota/ Wawako Kota Palembang yang ada saat ini? Masih terkesan Dinamis, baik dari sisi Pasangan Calon, Koalisi Parpol Pendukung dan juga dari Persepsi Sosial dalam Masyarakat. Perlu dipertimbangkan oleh publik dan peminat perkembangan politik diKota Palembang , bahwa sifat atau karakteristik masyarakat perkotaan yang cenderung rasional serta cerdas dalam menyikapi issue dan perkembangan situasi disekitarnya, maka tidak mudah untuk menebak dominasi arah partisipasi politik warga dalam memilih calon pemimpin,” katanya.
Untuk para calon yang beredar di ” Bursa Politik Pilkada” Kota Palembang menurutnya, saat ini, relatif memiliki elaktibilitas lebih kurang Sama.
Adu jitu berstrategi kampanye, program, tampilan calon, kecanggihan mesin parpol dan soliditas/ militansi timses yang ” Di hidang kan ” kepada publik menjadi ragam variabel penting untuk Memenangkan kontestasi demokrasi bulan Juni mendatang,” katanya. #Osk

Baca Juga:  KPU: Tahun Depan Sudah Mulai Tahapan Pilkada

 

Komentar Anda
Loading...