Vihara Amithaba Graha Rayakan HUT Dewi Kwan Im
Palembang, BP
Vihara Amitaba Graha Palembang Jalan Taman Kenten Palembang, Kamis (16/3), merayakan Hut dewi Kwan Im. Ketua Vihara Amithaba Graha Palembang Halim Susanto mengatakan, vihara ini rutin setiap tahun merayakan HUT Dewi Kwan Im.
“Kita merayakannya karena di Vihara ini ada arca Dewi Kwan Im,”ujarnya.
Menurut Halim, perayaan HUT Dewi Kwan Im dilaksanakan tiga kali dalam satu tahunnya.
“Kali ini yang pertama yaitu kelahiran Dewi Kwan Im. Kedepan juga akan digelar Dewi Kwan Im mencapai kesempurnaan dan dewi Kwan Im menuju alam Boddhisatwa,” katanya.
Halim mengatakan, dewi Kwan Im adalah penjelmaan Buddha Welas Asih. Kwan Im sendiri adalah dialek Hokian dan Hakka yang dipergunakan mayoritas komunitas Tionghoa Indonesia.
“Nama lengkap dari Kwan Im adalah Kwan She Im Phosat yang merupakan terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Sansekerta Avalokitesvara,” katanya.
Menurut Halim, dalam bahasa Jepang, Kwan Im disebut Kannon’ atau secara resmi Kanzeon. Dalam bahasa Korea disebut Gwan-eum atau Gwanse-eum, dan dalam bahasa Vietnam Quán Âm atau Quan Tha Âm Ba Tat.
Awalokiteswara asalnya digambarkan berwujud laki-laki di India, begitu pula pada masa menjelang dan selama Dinasti Tang (tahun 618-907). Namun pada awal dinasti Song, berkisar pada abad ke 11, beberapa dari pengikut melihatnya sebagai sosok wanita yang kemudian digambarkan dalam para seniman. Perwujudan Kwan Im sebagai sosok wanita lebih jelas pada masa Dinasti Yuan ( 1206-1368).
“Sejak masa Dinasti Ming, atau berkisar pada abad ke 15, Kwan Im secara menyeluruh dikenal sebagai wanita,” ujarnya.
Oosk