Pangkal Pinang Terapkan Pendidikan Berbasis Digital

11
seribu-anak-paud-ajak-wali-kota-pangkalpinang-menari-tarian-batok-kelapa-02_20151220_124708
Walikota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung Irwansyah di tengah siswa PAUD.

Jakarta, BP

Walikota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung Irwansyah menegaskan, pendidikan berbasis IT sudah menjadi keharusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Selain untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, pendidikan berbasis IT juga dapat meningkatkan dan mempercepat mutu pendidikan di daerah.
“Tidak banyak kepala daerah di Indonesia yang paham akan pentingnya pendidikan berbasis IT untuk para siswa. Kalau selama ini banyak sekolah melarang siswa dan siswi membawa gadget ke sekolah dengan berbagai alasan. Saya malah sebaliknya kemajuan teknologi informasi justru  untuk memajukan pendidikan dari SD hingga SMA,” ujar Irwansyah di Jakarta, Selasa (26/7).
Menurut Irwansyah,  pendidikan berbasis IT sudah dimulai sejak tahun ajaran 2014-2015, dan  pertama diterapkan  tingkat SMP dan SMA. Tahun 2016  ditargetkan  selesai untuk semua lembaga pendidikan SMP dan SMA dan akan  menyentuh sebagian SD. Pada 2017 akan berjalan di semua SD.
Irwansyah menambahkan, salah satu sekolah yang sudah menerapkan pendidikan berbasis IT adalah  SMAN 3 Pangkalpinang. Di sekolah ini, guru tidak membatasi siswa menggunakan gadget. Justru sekolah memanfaatkan  untuk menunjang pembelajaran dengan mengajak siswa mendownload aplikasi school media dan edmodo.
Kepala Sekolah SMAN 3 Pangkalpinang, Kunlistiani menjelaskan, aplikasi ini tak hanya dapat dimanfaatkan  guru dan sisw, namun  orangtua maupun Dinas Pendidikan dan pejabat berwenang  juga dapat melakukan monitoring melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga:  Ayo Berwisata dengan Festival Jalan Jalan di Dunia Digital

“Untuk ujian kenaikan kelas (UKK), kami sudah pakai aplikasi ini, dari kelas X sampai kelas XII. Siswa dapat mengerjakan ujian kenaikan kelas dengan menggunakan ponsel android atau laptop,” kata Kunlistiani seraya menambahkan,  bagi siswa yang tak memiliki keduanya  dapat menggunakan fasilitas lab komputer milik sekolah.
Menurut Kunlistiani, dari 803 siswa SMAN 3 Pangkalpinang, hanya sekitar 90 siswa  menggunakan komputer sekolah untuk mengerjakan UKK. Selain praktis, mengerjakan ujian melalui aplikasi juga mencegah kecurangan siswa. Sebab seluruh soal diacak sehingga tak ada siswa yang mendapatkan soal sama persis meskipun mata pelajaran yang diujikan sama.
“Kalaupun mau contek-contekan, keburu habis waktu karena soalnya diacak, pilihan gandanya juga diacak,” katanya.
Dikatakan, pihak orang tua juga dapat mengetahui rekapan nilai anaknya melalui aplikasi itu. Bahkan nilai rapor juga dapat diakses dari aplikasi school media. Selain memudahkan siswa, aplikasi ini juga sangat meringankan kerja guru. Mereka tak perlu lagi melakukan rekap nilai manual yang sangat menyita waktu dan tenaga.
“Kalau manual, guru masih bisa mengubah nilai siswa. Kalau sekarang enggak bisa, harus konsisten. Sementara itu, di SMKN 2 Pangkalpinang sejak 2012 telah menerapkan absensi fingerprint. Absensi ini terkoneksi dengan ponsel wali murid melalui SMS gateway, sehingga kehadiran siswa dapat termonitor oleh orang tua mereka saat itu juga,” tegasnya. #duk

Baca Juga:  Travel Photo Blogger Barry Kusuma Pun Angkat Bicara
Komentar Anda
Loading...