Sentul Batal, Palembang Tuan Rumah MotoGP
Palembang, BP
Otoritas penyelenggara MotoGP, Dorna Sport, menyatakan Indonesia tak bisa menjadi tuan rumah MotoGP 2017. Alasannya, Sirkuit Sentul yang akan digunakan sebagai venue lomba belum memenuhi standar yang disyaratkan MotoGP.
Keputusan Dorna tersebut disampaikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tertanggal 6 Juli 2016. Surat tersebut ditandatangani oleh CEO Dorna Carmelo Ezpelata.
Kabar baiknya, Kemenpora sudah menunjuk Palembang sebagai tuan rumah MotoGP 2018, 2019 dan 2020. Penunjukan Palembang berdasarkan beberapa usulan. Pertama, Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah bersurat kepada Presiden RI Joko Widodo pada 10 Maret 2010 untuk mengajukan permohonan rencana gelaran MotoGP 2018, 2019 dan 2020, bekerja sama dengan pihak swasta. Selain itu, pemerintah juga melihat keseriusan Sumsel menjadi tuan rumah MotoGP 2018 hingga 2020 di Palembang.
“Dorna menyebut Indonesia punya opsi lain yaitu Jakabaring, Palembang. Tanggapan Dorna pun cukup positif, karena tersedia waktu hingga 2018. Tetapi Dorna meminta agar semua urusan termasuk master plan segera dikirimkan. Jika prosedurnya cepat, maka Palembang bisa menjadi penyelenggara MotoGP Indonesia pada 2018,” ujar
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Rabu (13/7).
Gatot menilai, Palembang mampu menyelenggarakan acara tingkat dunia itu. Sebab, dalam hal olahraga tingkat global sudah punya pengalaman. Hanya saja, sekarang tergantung kesiapan, jika lama juga kesempatan tersebut bisa hilang begitu saja.
“Kita serahkan kepada masing-masing, kita hanya menjadi alat komunikasi saja dan mendukung. Asalkan semua biaya tidak berasal dari pihak pemerintah. Sebab, Presiden Joko Widodo sudah memutuskan tidak akan memberikan dana untuk membangun atau renovasi sirkuit,” kata Gatot.
Dorna Sports juga menyambut baik rencana Palembang, yang ingin menggelar MotoGP mulai 2018. Namun, pemegang hak komersial MotoGP itu mengharapkan keseriusan dari semua pihak yang terlibat dalam wacana tersebut.
Seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora, Rabu (13/7), Menpora Imam Nahrawi telah menginformasikan kepada Dorna soal ketertarikan Palembang menggelar MotoGP lewat surat Menpora No. 1945/MENPORA/D.IV/VII/2016 tertanggal 1 Juli 2016.
Dalam surat yang ditujukan kepada CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, Menpora mengusulkan Palembang sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP pada 2018-2020. Lokasinya adalah Palembang International Circuit.
Menpora memberitahukan kepada Dorna bahwa Gubernur Sumsel Alex Noerdin, telah mengirim surat kepada Presiden RI Joko Widodo pada 10 Maret 2016 untuk mengajukan permohonan rencana menggelar MotoGP dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Palembang merasa optimistis mampu menyelenggarakan MotoGP karena telah berpengalaman menggelar ajang olahraga level internasional dengan sukses seperti SEA Games 2011 dan Islamic Solidarity Games 2013. Bersama Jakarta, Palembang juga menjadi kota penyelenggara Asian Games 2018 di Indonesia.
Dorna merespons rencana Palembang dalam surat balasan kepada Menpora pada 6 Juli 2016. Secara garis besar, Dorna membuka pintu lebar-lebar kepada Palembang jika memang berniat menggelar MotoGP.
“Dorna Sports merasa senang dengan keinginan Pemda Sumsel yang berencana menggelar MotoGP pada 2018, 2019 dan 2020,” kata Dorna dalam surat balasan kepada Menpora.
Hanya, Dorna meminta semua pihak yang bakal terlibat dalam wacana penyelenggaraan MotoGP di Palembang memperlihatkan keseriusannya. Jangan sampai kasus Sirkuit Sentul terulang lagi. Manajemen Sirkuit Sentul tak juga mengirimkan persyaratan yang diminta Dorna, yakni master plan, sehingga kemungkinan besar batal menyelenggarakan MotoGP pada 2017.
“Diingatkan kepada siapa pun yang bertanggung jawab dalam perencanaan penyelenggaraan MotoGP di Palembang untuk sesegera mungkin mengirimkan master plan-nya kepada pihak Dorna Sports untuk dipelajari terlebih dahulu,” ujar Dorna.
Harus Tegas
Terkait persoalan ini Kemenpora diminta tegas dalam mengambil sikap dalam penentuan host city MotoGP 2018. Hal tersebut sejalan dengan pihak Dorna Sport yang mengkalim bahwa Sirkuit Sentul tak layak sesuai standar FIM Homologation (standar pelapisan sirkuit).
Demikian disampaikan tokoh otomotif Sumsel, Riduan Tumenggung. Dia mengatakan, sejak awal memang Sentul masih perlu banyak perbaikan dan lagi area tersebut dinilai kurang komersil.
“Makanya, kami berharap Kemenpora agar tegas bisa langsung memberikan surat penugasan terkait tuan rumah. Kan kita juga sudah tahu, Sentul itu sirkuit era 1980-an dan pertimbangannya kita lebih baik buat baru ketimbang renovasi. Terus Bali, Jakarta yang memang tak sesuai syarat standar,” tegas Riduan.
Makanya, tidak ada alasan lagi untuk tidak menunjuk Palembang sebagai tuan rumah. Hal tersebut cukup realistis karena secara kesiapan Sumsel lebih baik secara lahan dan tak ada masalah dalam hal teknis. Tinggal komitmen ke semua investor untuk bisa berinvestasi di Sumsel.
“Sumsel saya rasa sudah siap 30 persen dan itu sudah terlihat dari lahan yang ada di JSC, tinggal investor. Selain investor asing, kita bisa gandeng BUMN. Misalnya Pertamina dengan bangun paddock-nya, PT Semen Baturaja dengan jalannya, Pusri dengan penghijauan, BSB dengan tamannya dan PTBA dengan tribunnya. Kemudian seluruh kabupaten/kota bisa jadi investor. Saya pikir gak ada masalah, tinggal duduk bareng,” ujarnya.
Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumsel Augie Bunyamin mendukung jika Sumsel direkomendasikan oleh Kemenpora untuk kemudian disetujui oleh pihak Dorna Sport.
“Pada prinsipnya kami dan IMI Pusat setuju penunjukan Sumsel untuk MotoGP 2018. Mengenai kebijakan dan apapun tentu kita menunggu arahan dari Pak Gubernur Sumsel,” pungkasnya.#adv