
Palembang,BP- Pelaksanaan uji coba kedua Car Free Day (CFD) di Jembatan Ampera pada 3 Mei 2026 menuai sorotan tajam dari DPRD Kota Palembang.
Kebijakan penutupan akses kendaraan di jalur utama tersebut dinilai menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat terutama yang akan beraktivitas di pagi hari.
Sebelumnya, hari pertama pelaksanaan CFD di lokasi tersebut sempat menyebabkan titik kemacetan di jalur alternatif seperti Jembatan Musi IV dan Musi VI karena penutupan akses kendaraan sepanjang Jembatan Ampera selama CFD berlangsung.
Anggota DPRD kota Palembang, dari Fraksi PKS , Mgs Syaiful Padli menilai mungkin niat Car Free Day (CFD) baik untuk olahraga dan untuk mengurangi polusi cuma persoalannya masyarakat ini sebagian besar menyayangkan kenapa CFD itu harus menutup jembatan Ampera.
“ Kalau pedagang harus keliling lewat jembatan Musi IV dan jembatan Musi VI itu secara cost sudah berapa di keluarkan pedagang ini, efektivitasnya sudah harusnya di hitung dan di kaji ulang , Car Free Day boleh tapi jangan menutup Ampera sehingga harus dialihkan , intinya tidak menghalangi warga yang dari subuh sampai jam 08.00 ditutup Jembatan Ampera, malah pagi itulah lagi ramai-ramainya warga melintasi jembatan Ampera,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD kota Palembang ini.
Syaiful juga menyayangkan aksi DJ di depan masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Djayowikramo, Palembang yang bersejarah tersebut saat uji coba kedua CFD .
“ Masjid Agung yang didirikan oleh Kesultanan Palembang Darussalam simbol dan warisan budaya kita , kalau harus dinodai dengan DJ sungguh ini sangat miris sekali dan kita sangat mengecam hal tersebut, jangan sampai terulang lagi dan panitia harus diberikan sangsi jangan sampai hal ini menjadi preseden buruk untuk Palembang sebagai kota Darussalam,”katanya,#udi