Polair Polda Sumsel Panggil Pemilik Kapal KMT Merlion Dua

Palembang, BP
Direktur Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Sumsel Kombes Pol Robinson DP Siregar mengatakan, pihaknya memanggil pemilik Kapal Motor Tangker (KMT) Merlion Dua yang diketahui merupakan Warga Negara (WN) Singapura.
“Akan kita panggil dan diperiksa tapi nanti, karena untuk saat ini kita masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dan tersangka yang sudah kita tetapkan,” ungkapnya saat ditemui usai menghadiri upacara HUT ke-70 Bhayangkara di Polda Sumsel.
Selain akan memeriksa WN Singapura pemilik KMT Merlion Dua tersebut, dikatakan Robinson, pihaknya nantinya juga memastikan akan memeriksa pihak Pertamina.
Dan untuk memanggil WN Singapura tersebut, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Kedubes.
“Semua yang terkait pasti akan kita periksa, tapi untuk saat ini kita fokuskan dulu ke tersangkanya baru kita kembangkan,” katanya.
Saat ditanya lebih lanjut adakan penetapan tersangka baru dalam kasus penyelundupan minyak illegal tersebut, Robinson mengatakan, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka baru.
“Tersangkanya masih berjumlah empat, masing-masing kedua Nahkoda kapal serta kedua mualimnya,” katanya.
Selain itu, dikatakan Robinson, pihaknya melalui petugas Lafbor juga telah melakukan pengujian sampel terhadap barang bukti minyak dari kedua kapal yang berhasil diamankan.
Namun, untuk hasil pihaknya masih menunggu penyerahan dari Labfor.
“Barang bukti masih kita amankan dan nanti bagaimana kelanjutannya, Pengadilan yang mutuskan,” katanya.
Diketahui, Ditpolair Polda Sumsel, Kamis (23/6) sekitar pukul 00.15 lalu, berhasil menggagalkan penyelundupan minyak illegal sebanyak 1200 Ton yang diangkut KMT Merlion 2 berbendera Saint Kitts and Navis di perairan Tanjung Kampeh Sei Sembilang Kabupaten Banyuasin.
Penyelundupan dilakukan dengan cara memindahkan minyak resmi milik Pertamina yang diangkut KMT Andhika Arsanti yang memuat minyak dari perairan Muntok Bangka-Belitong ke KMT Merlion Dua.
Saat itu, di KMT Merlion 2 sudah memuat 600 ton dan ditambah lagi 600 ton yang sedang berlangsung, sehingga total ada 1200 ton,” katanya.#osk