Pemprov Bangun Minimal 3 Koridor Baru LRT

24

#Andalkan Integrasi Antarmoda
977d73e7-e2a9-40c3-9d54-045d6608d9be_169Palembang, BP
Banyak masyarakat yang pesimis akan keberfungsian kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT) bisa terus bermanfaat bagi masyarakat selepas gelaran Asian Games 2018 mendatang. Pasalnya, jalur yang dilalui yakni Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang-Jakabaring Sport City (JSC) tidak menyentuh wilayah pemukiman.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar mengatakan, jalur yang dibangun untuk menunjang Asian Games nanti merupakan Koridor I LRT. Masih ada koridor lainnya yang akan dibangun menuju seluruh penjuru Kota Palembang. Seperti menuju arah Pusri, Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju, Sako Kenten melalui Jalan HM Noerdin Pandji, dan lainnya.

Baca Juga:  Hotel Swarna Dwipa Berikan Kontribusi PAD Bagi Sumsel

“Rencana ini tentunya bukan untuk dikerjakan sekarang, tapi selepas Asian Games 2018 rampung. Sekarang kita genjot yang dari bandara ke JSC dulu agar atlet, official, dan tamu Asian Games setibanya di Palembang tidak pernah turun ke jalanan kota yang akan menambah macet, karena langsung naik LRT,” jelasnya.

Dirinya bercerita, ketika gelaran SEA Games 2011 lalu, tak ada alternatif transportasi masal yang ada di Palembang. Akibatnya kemacetan sering terjadi. Bahkan dari Jalan Jenderal Sudirman menuju ke JSC menggunakan kendaraan pribadi waktu tempuh bisa mencapai 2-3 jam akibat kepadatan lalu lintas.

Baca Juga:  LRT Jangan Jadi Mubazir Setelah Asian Games

“Kebutuhan Palembang untuk memiliki moda transportasi masal sudah mendesak. V/C ratio lalu lintas jalan-jalan utama di Palembang sudah di atas angka satu. Angka satu pada V/C ratio menandakan jalan sudah sangat padat dan menyebabkan kemacetan. Apabila tidak ada solusi pengurai , diperkirakan 2020 mendatang lalu lintas Palembang akan grandlock,” urainya.

Berdasarkan data V/C ratio pada 2015, Jalan Jenderal Sudirman yakni 2,01, Jalan Veteran 1,88, Jalan Basuki Rahmat 3,37, Jalan R Sukamto 2,63, dan Jalan Demang Lebar Daun 1,63.

Baca Juga:  Presiden: LRT Harus Terkoneksi, Terintegrasi, dan Modernisasi

Selain LRT, pihaknya bersama Dishub Kota dan Satuan Lalu Lintas Polresta Palembang merencanakan agar transportasi jalanan seperti angkutan kota dan Trans Musi dapat terintegrasi dengan stasiun LRT. Halte TransMusi akan dibangun/dipindahkan di dekat stasiun LRT agar masyarakat yang hendak bepergian ke tempat tujuan yang tidak dilalui LRT, dapat melanjutkannya menggunakan TransMusi dan angkot.

“Jadi bukan hanya mengurangi jarak tempuh masyarakat, namun mengurai kepadatan, dan meminimalisir menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya. #idz

Komentar Anda
Loading...