Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala Progres Tol Palindra

15

1456915652Palembang, BP
Belum seluruhnya lahan pembangunan dibebaskan menjadi kendala besar bagi progres pengerjaan jalan tol Palembang-Inderalaya. Berdasarkan informasi, dari 22 km panjang ruas tol Palindra yang memiliki tiga seksi pembangunan, ada 770 bidang yang masih dalam proses pembebasan lahan. Rinciannya, 125 bidang di seksi I Palembang-Pemulutan dan 645 bidang di seksi II Pemulutan-KTM Rambutan dan seksi III KTM Rambutan-Indralaya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan H Mukti Sulaiman membenarkan belum semua lahan dibebaskan. Lahan yang bermasalah telah dikonsinyasikan ke Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang. Agar tak menyita waktu lebih banyak lagi, pihaknya menargetkan agar pembebasan lahan bisa selesai paling lambat Juli 2016 mendatang.

“Masalah lahan yang ada dikarenakan ada beberapa pemilik lahan yang tak ada di tempat, lahan sudah dijualbelikan namun tidak ditemukan data kepemilikan, serta ada juga yang tidak sesuai dengan harga lahan. Yang cukup banyak itu sengketa antara satu warga dengan warga lainnya. Antara masyarakat sendiri banyak yang saling klaim memiliki lahan,” jelasnya.

Baca Juga:  Sirkuit MotoGP Lanjut, Sentul Ngomong Apa Terserah!

Mukti menegaskan, pengerjaan ruas tol Palindra, tak menjadi kendala dalam pembangunan tol Palindra. Bahkan sejauh ini, sudah ada sebagian ruas jalan tol yang masuk dalam tahapan aspal jalan. Pemprov Sumsel berperan sebagai pengawas, agar tidak ada ditemukan masalah dalam pembangunan tol Palindra, terutama dalam hal masalah lahan.

Manajer Proyek PT Hutama Karya (Persero) Divisi Jalan Tol Ruas Palembang-Simpang Indralaya Hasan Turcahyo mengatakan, saat ini progres pembangunan ruas tol Palindra terus dikebut. Persentase pengerjaan tol Palindra baru mencapai 14, 32 persen sementara target seharusnya 16,12 persen.

Baca Juga:  Ishak Mekki Ambil Formulir Balongub Nasdem Sumsel

Secara rinci, seksi I sudah berjalan 26,5 persen, seksi II 0,06 persen, dan seksi III 8,8 persen. Progres yang lebih lambat dari target disebabkan beberapa faktor yakni belum keluarnya putusan Pengadilan Negeri terkait konsinyasi lahan dan kondisi cuaca yang sering hujan memperlambat pembangunan karena pertimbangan memperhatikan keselamatan pekerja di lapangan.
“Untuk pembebasan lahan, kami dibantu oleh banyak pihak, baik pemerintahan dan pejabat pembuat komitmen yang ditugaskan dalam pembebasan lahan itu. Musim hujan membuat lahan yang sedang kita kerjakan basah. Kita butuh waktu untuk mengeringkan tanah dulu, baru bisa kembali bekerja. Musim hujan ini sudah kita hitung, apapun alasannya, 2017 nanti sudah selesai,” jelasnya.

Target Hutama Karya untuk seksi I sepanjang 7,10 km selesai Januari 2017, seksi II sepanjang 4,9 km ditarget April 2017, dan seksi III sepanjang 9,93 km ditarget selesai Juli 2017. Sejauh ini Hutama Karya sudah melakukan penimbunan tanah di atas rawa sepanjang 7 km, jalani proses vakum 6 km dan timbunan di tanah non rawa 5 km.

Baca Juga:  Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba Pastikan Pembangunan Jembatan P6 Lalan Dilanjutkan

“Pembangunan tol Palindra berbeda dengan pembangunan tol lainnya. Ini lebih rumit karena 75 persen tol Palindra berdiri diatas rawa. Kalau ruas tol yang lain rata-rata diatas lahan non rawa, sehingga tinggal ditimbun saja. Kalau ruas tol Palindra harus menggunakan teknologi vakum sebelum ditimbun. Perbandingan waktunya, untuk tol Palindra memakan waktu dua bulan untuk satu kilometernya dibanding tol di lahan biasa,” jelasnya. #idz

Komentar Anda
Loading...