Bersatu Tangkal Paham Radikal

17
Fkpt
Kepala Biro Umum BNPT Drs Anwar Sanusi MT MM (tengah) didampingi Wakil Ketua Satgas BNPT Sumsel Izzah Zen Syukri, Sekretaris FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme) Sumsel Periansyah, akademisi Prof Bambang Pranowo, mantan jihadis Ali Fauzi MPdi, Ketua Bidang Dakwah FKPT Sumsel DR Rosidin Hasan, Kabid Penelitian FKPT Sumsel Prof Nyayu Khodijah pada dialog pelibatan masyarakat dalam pencegahan paham radikal terorisme melalui perspektif sosial budaya di Gedung Atyasa Palembang, Jumat (21/4).

Palembang, BP

Kepala Biro Umum BNPT (Badan Nasional Pencegahan Terorisme) Drs Anwar Sanusi MT MM menekankan agar semua elemen masyarakat untuk selalu bersatu yang dapat menangkal paham radikal (kekerasan).

Ia pun menjelaskan BNPT lahir pada Tahun 2010. Fenomena di Indonesia tidak terlepas dari Timur Tengah.

“Begitu banyak aksi bom di Indonesia. Jika kita bersatu semoga tidak adanya aksi bom, tapi jka kita tidak bersatu maka kekerasan terus berlangsung di Negara kita. BNPT tidak bisa bergerak sendiri maka perlu bantuan semua pihak,” kata Drs Anwar Sanusi pada dialog pelibatan masyarakat dalam pencegahan faham radikal terorisme melalui perspektif sosial budaya di Gedung Atyasa Palembang, Jumat (21/4).

Hanya sayangnya, kata Anwar kita tidak bisa menghalangi orang untuk ke Timur Tengah karena mereka ada urusan seperti umrah dan lain sebagainya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Nilai Banyak Tapal Batas di Sumsel Tidak Jelas

“Namun yang menjadi catatan kita kemana mereka setelah berada di Timur Tengah. Kita tidak bisa menangkap orang-orang yang menytakan membawa bendera ISIS. Namun kita bisa menimalisir aksi-aksi terorisme di Negara Indonesia,” kata Anwar.

Selain itu bagaimana mengurangi, dan menangkap kelompok teroris dengan melibatkan berbagai pihak.

Akhir tahun lalu, 100 negara berbicara tentang terorisme terutama di negara Timur Tengah. 2000 lebih kasus  tercatat sebagai anggota teroris.

Munculnya gerakan radikal, faktor menjadi anggota teroris salah satunya ideologi. Seluruh elemen menjadi penanggung jawab pencegahan terorisme.

“Karena kita sebagai penerus bangsa harus menjaga NKRI. Jangan bersikap masa bodoh sebab jika kita tidak peduli dengan sebuah radikal maka akan terus bermunculan aksi dan faham-faham radikal di negara kita,” katanya.

Anwar juga mengingatkan untuk mengawasi anak-anak yang menyendiri di dalam kamar yang bisa saja terpengaruh dari situs yang dianggap berbahaya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah Ajak Masyarakat Memaknai Bulan Ramadhan

“BNPT dianggap menghapus situs Islam sehingga BNPT tercemar nama baik namun dalam waktu 3 minggu hal ini selesai diperbaiki, karena sesuai dengaan UU Kominfo. Kita jangan berbahagia ketika anak kita belajar sendiri dalamkamar karna dalam aksi ini tidak harus ketemu secara langsung maka kita tetap mengotrol anak kita dan selalu dalam pengawas kita,” katanya.

Sebanyak 270 peserta hadir undangan dari Polda, Kodam, Kesbangpol, Tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh adat, akademisi.

Selain itu hadir Prof Bambang Pranowo  akademisi dari UIN Yogyakarta, Ali fauzi mantan jihadis.
Senada juga dikatakan Sekretaris FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme) Sumsel Periansyah menekankan pentingnya kerukunan masyarakat dalam menjaga kondisivitas daerah sehingga tidak terjadi teror yang menyebabkan kerawanan.
Maksud diadakannya dialog ini kata Periansyah yang juga akademisi dari Poltek Sriwijaya, untuk memberikan pemahaman yang benar kepada seluruh kalangan masyarakat terutama para tokoh Sosial Budaya dalam pencegahan.
Sementara tujuan dialog menyampaikan persoalan-persoalan dan bahaya radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam NKRI bagi peserta dialog.
Menyampaikan tindakan-tindakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam mencegah radikalisme dan terorisme di Indonesia. Menggalang kerjasama antar pemerintah terkait dengan para tokoh Pemuda dan tokoh perempuan  dalam pencegahan terorisme.
Mengikrarkan prinsip  setia dan cinta NKRI serta implementasi meningkatkan perekenomian di masyarakat, saling menjaga sosial budaya yang ada dan mempertahankan ideologi bangsa.
Mengajak seluruh agama dan tokoh pendidikan  dalam pencegahan terorisme dalam Pencegahan Radikal medan Terorisme serta komponen masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam mencegak paham dan gerakan radikal terorisme dan menghambat perkembangannya di Wilayah Sumatera Selatan. #osk
Komentar Anda
Loading...