LJUN Tak Terbaca Mesin Scanning
Palembang, BP
Proses scanning (pemindaian data) Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) pada Ujian Nasional (UN) Paper Based Tes (PBT) SMA sederajat, sudah dimulai sejak Selasa (5/4). Sebanyak 60 petugas scanning LJUN dituntut extra hati-hati mengingat petugas banyak menemukan lembaran LJUN yang tidak bisa terbaca mesin scanning.
Atas dasar dan pertimbangan itu, para petugas harus meneliti LJUN tersebut sehingga bisa terbaca. “Untuk hari ini (kemarin – red) kami sudah memulai proses scanning. Sudah ada beberapa kabupaten/kota yang sedang dan sudah dilakukan scanning dari situ para petugas mendapatkan kerjaan tambahan, karena banyak LJUN yang ada itu tidak terbaca di mesin scanning, rata-rata itu lebih dari 10 lembar LJUN setiap rayonnya,” kata koordinator tim scanning ujian negara (UN) tahun ajaran 2015/2016 Saparuddin di Baliteks Unsri Bukit, Selasa (5/4).
Ia menjelaskan, LJUN yang tidak terbaca tersebut didominasi kesalahan siswa saat pengisian data peserta UN sehingga barcode tidak bisa mendeteksi dan ditolak mesin scanning. “Oleh karena itu kami harus berhati-hati dalam scanning kali ini. Bagi LJUN yang ditolak mesin kami memeriksanya satu per satu letak kesalahannya. Setelah diketahui letak salahnya maka petugas membenari sehingga LJUN tersebut bisa scan,” ujarnya.
Penolakan mesin scanning tersebut di samping kesalahan pengisian biodata juga pilihan jawaban dalam LJUN yang tidak dilingkari dengan hitam. “Untuk sementara hanya itu kendala yang kami hadapi, masalah listrik dan alat scanning sendiri tidak ada kendala,” tegasnya.
Lebih lanjut Saparuddin menjelaskan, dalam proses scanning kali ini ada 8 unit mesin scanning yang dipersiapkan untuk memproses seluruh LJUN yang berasal dari wilayah Sumsel. Bahkan, hingga pukul 04.00 subuh dinihari, perwakilan dinas pendidikan dari kabupaten baru tiba dan langsung menyerahkan LJUN kepada panitia.
“Jam berapa pun kami terima, makanya sebanyak 60 petugas disini siaga 24 jam dengan dua shift,” ujarnya.
Selain mesin scanning, ada 1 mesin image scanning yang disediakn khusus untuk LJUN yang bermasalah. Seperti terlipat, robek, rusak karena cetakan, dan LJUN fotocopy. Apabila ada LJUN yang rusak parah dan tak bisa digunakan pada kedua mesin tersebut, maka panitia akan menyalin ulang isi LJUN dengan terlebih dahulu membuat berita acara.
“Dikhawatirkan penyaluran LJUN dari daerah yang berpotensi kerusakan, seperti daerah rawa dan pelosok yang jarak tempuhnya jauh. Jadi kita harus stand by disini untuk menerima pendistribusian LJUN,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, khusus 2016 ini, pihaknya memberikan keringanan kepada kabupaten yang memang jauh untuk mengantar LJUN perhari. Seperti, Kabupaten Empat Lawan, dan khusus daerah perairan. “Jadi, seperti Empat Lawang itu kami berikan keringanan untuk mengirimkan LJUN nya itu pada hari terakhir pelaksanaan UN. Selain itu juga ada daerah perairan juga kami berlakukan demikian,” pungkasnya.#adk