Perampok Toke Sapi Ditembak

Palembang, BP
Karena berusaha kabur Romli (36), perampok toke sapi dilumpuhkan petugas dengan satu butir timah panas, Rabu (23/3).
Tindakan tegas itu terpaksa dihadiahkan kepada pelaku lantaran aparat Polsek Mariana tak mau buruan yang telah diincar selama empat bulan ini luput.
Kapolsek Rambutan Iptu Ady Akhya didampingi Kanit Reskrim Aiptu Dudi Yogi mengatakan tersangka terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri saat digrebek petugas di rumahnya.
“Dalam beraksi komplotan tersangka dinilai cukup sadis dan menggunakan senjata api rakitan. Sehingga karena dianggap membahayakan pelaku terpaksa kita beri tindakan tegas,” katanya.
Menurut Ady, berdasarkan catatan kepolisian tersangka masuk dalam daftar pencarian orang, setelah diketahui melakukan perampokan terhadap korban Jumadi (46), pada 16 November 2015 lalu.
Setelah korban yang merupakan warga Jalan PU, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin ini memperoleh uang dari hasil menjual sapi ternaknya.
“Setiap beraksi komplotan ini kerap berganti personel, diantaranya JH, HR, Al, dan IW yang sudah diamankan lebih dulu. Serta beberapa pelaku lain masih dilakukan pengejaran,” paparnya.
Bahkan, Kapolsek menjelaskan meski tidak melukai, namun dalam aksi perampokan terhadap korban Jumadi komplotan pelaku sempat melucuti pakaian yang dikenakan putri korban.
“Dalam aksi itu pelaku hanya menggasak uang sebesar Rp70 juta, satu unit motor dan tiga suku emas. Namun sempat melecehkan anak korban yang ada di rumah,” jelasnya.
Atas perbuatan tersebut, dirinya menambahkan tersangka dijerat Pasal 365 KHUP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara.
“Sejumlah pelaku lain dalam komplotan ini yang identitasnya sudah kita kantungi masih kita kejar dan akan diberikan tindakan tegas jika tidak kooperatif,” tandasnya.
Sementara itu, Romli yang tercatat sebagai warga RT20, Kelurahan Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin mengaku terpaksa ikut dalam aksi tersebut karena tidak ada pekerjaan.
“Saya diajak HR dan waktu itu saya mendapat bagian Rp1 juta serta sudah dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar bapak empat anak ini.
Dalam aksi tersebut, Romli menuturkan berperan mengikat aktivitas korban sampai ke rumah. “Saya memang mengikuti korban, tapi yang menelanjangi anaknya bukan saya dan tidak sampai diperkosa,” imbuhnya. # bel