SFC Belum Tergoyahkan
#Imbang Dengan Mitra Kukar

Palembang, BP
Sriwijaya FC ditahan imbang 2-2 oleh Mitra Kukar pada laga penyisihan Grup A Piala Bhayangkara 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (22/3) sore.
Hasil ini tidak mengubah posisi pasukan Benny Dollo di papan klasemen Grup A. Laskar Wong Kito masih di urutan pertama dengan mengemas tujuh poin, unggul tiga poin atas Persib Bandung di urutan kedua.
Sementara itu, Mitra Kukar berada di posisi keempat dengan raihan empat poin. Mereka hanya kalah selisih gol dengan PS TNI di peringkat ketiga. Sebelumnya, PS TNI menang 3-1 atas Pusamania Borneo FC.
Dua gol Laskar Wong Kito dicetak Achmad Jufrianto menit ke-14 dan Ichsan Kurniawan menit ke-34. Sementara gol Mitra Kukar dilesakkan Rodrigo Ost menit ke-31 dan Hendra Ade Bayauw menit ke-59.
Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan mengatakan, dirinya puas dengan hasil imbang ini. Terlebih, pemainnya sudah sangat lelah setelah melakoni dua pertandingan sebelumnya. Untuk mengembalikan stamina tidak memungkinkan karena jadwal pertandingan padat.
“Imbang sudah cukup bagus. Soalnya seluruh pemain kami terlihat lelah. Bayangkan, kami bermain tiga kali dalam lima hari,” ucapnya.
Kendati kelelahan, ia melanjutkan, para pemain SFC tetap mampu menunjukkan permainan ngotot untuk meraih kemenangan. Meskipun pada akhirnya hanya bermain imbang. “Kami harus memaksimalkan tiga hari jeda dengan istirahat, sebelum di partai akhir harus melawan Persib pada Sabtu nanti,” ucapnya.
Kapten SFC Achmad Jufrianto menilai hasil imbang tidaklah buruk dengan kondisi pemain saat ini. Rekan-rekannya melewati pekan yang cukup melelahkan. Melawan Pusamania Borneo FC, PS TNI, dan Mitra Kukar dalam rentang waktu lima hari sangat menguras tenaga tenaga.
“Lawan Mitra Kukar sudah terlihat pemain tampak sudah kelelahan,” ucapnya.
Tapi pemain terus berjuang sampai pertandingan benar-benar usai. Hasilnya, SFC masih tetap kokoh memuncaki grup A, tapi Jupe menekankan pada rekan-rekannya kalau posisi Laskar Wong Kito belumlah aman. Persib, Mitra Kukar dan PS TNI masih berpeluang menyerobot ke posisi pertama atau runner up.
“Fokus saya dan teman-teman, bagaimana caranya agar kami bisa tetap di puncak klasemen agar dapat keuntungan di babak semifinal nanti,” harapnya.
Sementara itu Pelatih Mitra Kukar Subangkit mengatakan, di babak pertama melawan anak asuh Benny Dollo, pemain tidak melancarkan pressing sehingga beberapa kali SFC berhasil menusuk jantung pertahanan timnya.
Di babak pertama, Mitra Kukar beberapa kali melakukan serangan balik cepat. Tapi pemain belakang SFC bermain cukup disiplin sehingga peluang yang tercipta tak dapat dikonversi menjadi gol. “Di babak kedua pemain kami lebih unggul dalam penguasaan bola,” katanya.
Subangkit memberikan apresiasi pada anak asuhnya, karena mampu mengejar ketertinggalan. Mental pemain tak runtuh meski harus dua kali tertinggal.
“Tertinggal dua kali dan bisa imbang bukan hasil yang buruk. Apalagi dengan persiapan tidak maksimal, itu hasil cukup baik,” katanya.
Mitra Kukar saat ini mengantungi dua poin dari dua pertandingan. Itu artinya bila mampu menang di dua partai sisa, maka koleksi poin Naga Mekes menjadi delapan. “Kita akan maksimalkan dua partai tersisa untuk dapat lolos ke babak semifinal,” tegasnya.
Jual Beli Serangan
Delapan menit pertandingan berjalan, SFC sempat mengejutkan Mitra Kukar lewat gol yang dilesakkan Hilton Moreira memanfaatkan skema bola mati. Beruntung bagi Mitra, penyerang asal Brasil itu terperangkap dalam posisi offside sehingga wasit menganulir gol tersebut.
Namun, pada menit ke-14 SFC akhirnya berhasil menjebol gawang Mitra setelah sundulan Achmad Jufriyanto memanfaatkan sepak pojok tak mampu diantisipasi kiper Shahar Ginanjar.
Akan tetapi sebuah kesalahan fatal yang dilakukan Jufriyanto pada menit ke-31 membuat Rodrigo Dos Santos berhasil menciptakan gol untuk membuat kedudukan menjadi imbang.
Melakukan kontrol yang tidak sempurna di kotak penalti sendiri, mantan bek Persib Bandung itu kehilangan bola yang langsung disambar Dos Santos untuk menaklukkan Dian Agus dan membuat kedudukan menjadi 1-1.
Tiga menit berselang setelah Mitra menyamakan kedudukan, SFC kembali unggul setelah sepakan Ichsan Kurniawan dari luar kotak penalti menggetarkan gawang Shahar Ginanjar, yang hanya mampu berdiri diam tak bergerak. Kedudukan 2-1 bertahan hingga turun minum.
Pada menit ke-59, aksi Hendra Bayauw membuat pertandingan semakin seru setelah pemain 22 tahun itu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 usai memanfaatkan umpan Marlon Da Silva.
Kedudukan 2-2 itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memastikan kedua tim sama-sama berbagi satu angka dalam pertandingan di Si Jalak Harupat tersebut. # zal