Menggali Potensi Budaya Lewat Ajang Seni

18
2303.01.KAKI.HASS
Bupati Muratara Drs H Syarif Hidayat didampingi Wakil Bupati Ir H Devi Suhartoni, dan Sekda Abdullah Matcik, serta Kadisparpora Ralin Jufri, memukul bedug tanda resminya lomba seni dan budaya tingkat kabupaten Muratara.

Nilai-nilai seni budaya peninggalan leluhur yang hampir punah harus segera dilestarikan. Dengan menggelar berbagai festival, seni budaya bisa dibangkitkan sembari memperkenalkannya kepada generasi muda.


LOMBA
seni dan budaya tingkat Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang diadakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Selasa (22/3), resmi dibuka. Kegiatan sebagai ajang menggali potensi masyarakat ini, perdana dilaksanakan di Muratara sejak menjadi kabupaten definitif. Lantaran baru pertama digelar, lomba tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya karnaval yang diikuti seluruh Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) dan Camat se-Muratara. Dalam karnaval tersebut, setiap SKPD menampilkan ciri khasnya masing-masing, dengan beragam macam hiasan mobil.

Karnaval yang dimulai dari depan kantor Bupati sampai ke lapangan Silampari, menjadi tontonan masyarakat Kecamatan Rupit.

Baca Juga:  Goegoek Kesultanan Palembang Resmi Berdiri di Kepahiang, Sultan Palembang Harapkan Jadi Jembatan Nilai-Nilai Adat dan Budaya  Masyarakat

Menariknya lagi, kegiatan tersebut juga menampilkan seni budaya yang menjadi ciri khas Kabupaten Muratara, seperti Tarian Lesung Batu, Tari Piring, Gitar Tunggal yang dibawa suku anak dalam, dan banyak tarian lainnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati H Syarif Hidayat dan Wakil Bupati H Devi Suhartoni beserta unsur muspida, kepala SKPD, dan camat.

Kepala Disparpora Muratara Ralin Jufri mengatakan, kegiatan ini untuk menumbuhkan seni budaya peninggalan leluhur yang sekarang ini hampir punah. Nah dengan ajang ini membangkitkan kembali seni budaya tersebut dan memperkenalkannya pada generasi muda. Sebab generasi mudalah, yang akan menjadi penerus untuk menghidupkan seni budaya yang hampir punah.

“Kita menghidupkan kembali seni budaya peninggalan leluhur yang hampir punah dan juga memperkenalkan dengan generasi mudah dan masyarakat seni budaya ciri khas Kabupaten Muratara,” ujarnya.

Baca Juga:  Polres Muratara Beri Bantuan Kepada Keluarga Korban Tenggelam

Dijelaskannya, perlombaan ini diikuti sedikitnya 125 peserta, dengan rincian 16 orang tembang batang hari, 35 orang busana daerah, 18 orang desain motif, 31 orang lagu daerah dan 25 orang tari daerah.

“Seluruh kecamatan mengikuti perlombaan ini dan Alhamdulillah sangat meriah karena sebelumnya dilakukan pawai,” jelasnya.

Dilanjutkannya, untuk menghilangkan rasa kecurigaan antarpeserta dan memberikan kenetralan, maka dari itu pihaknya mendatangkan dewan juri dari Dinas Pariwisata Sumsel.

Bupati Muratara H Syarif Hidayat sangat mengapresiasi acara ini. Selain sangat meriah, ajang ini juga untuk menggali potensi masyarakat mengenai seni budaya. “Sangat luar biasa dan meriah sekali dan kegiatan ini, jangan hanya sampai di sini saja. Kalau bisa berkelanjutan dan dilakukan setiap tahunnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pementasan Dul Muluk “Sultan Abdul Moeloek”, SMB  IV Nilai Inilah Kebhinekaan Indonesia Melalui Akar Budaya.

Dikatakan, ke depan bagi pemenang akan dibina dan dibuat sanggar seni, jadi mereka bisa latihan dan melakukan kegiatan seni.

“Ke depan akan dibuat sangat seni, jadi bagi pemenang nanti memiliki tempat untuk latihan,” katanya.

Dijelaskannya, seperti tari piring, gelas dan tari lesung batu akan dibina secara maksimal dan bahkan dikirim ke Lombok dan Bali. Dalam hal ini, Wabup akan memfasilitasinya.

“Nanti akan kita kirimkan ke luar daerah, seperti Lombok dan Bali. Biar Wabup yang akan memfasilitasinya,” ucapnya. # marwan ashari

 

Komentar Anda
Loading...