Pasar Cinde Bakal Dibangun 15 Lantai

19

#Pemprov-Aldiron Tandatangani MoU

Pemprov-Aldiron Tandatangani MoU- pasar cinde (1)Palembang, BP
PT Aldiron Hero Group secara resmi mendapatkan kewenangan untuk membangun dan mengembangkan Pasar Cinde Modern dengan masa bangun guna serah atau built operate transfer (BOT) selama 30 tahun ke depan. Total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp350 miliar.

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta kepada Aldiron agar bekerja cepat dalam merevitalisasi salah satu pasar bersejarah di Kota Palembang ini. Hal tersebut tidak terlepas dari target pembangunan jangka pendek Sumsel yang mengejar penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

“Lokasi Pasar Cinde strategis, berada di pusat kota. Kami menargetkan enam bulan sebelum penyelenggaraan Asian Games, kota sudah rapi, tidak ada lagi pembangunan di dalam kota,” tegasnya usai menandatangani perjanjian kerja sama BOT Pasar Modern Cinde dengan PT Aldiron Hero Grup di Griya Agung, Jumat (18/3).

Alex pun menekankan agar peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya pengerjaan dilakukan maksimal tiga bulan sejak penandatanganan kerja sama.

Dikatakan, Sumsel merupakan provinsi penyerap APBN terbesar se-Indonesia, yakni Rp68 triliun pada tahun lalu. Jumlah tersebut belum termasuk investasi pihak swasta dan bantuan luar negeri. Hal itu membuktikan pertumbuhan ekonomi di Sumsel, yang pesat dan terus membaik setiap tahunnya.

Baca Juga:  Paripurna Istimewa Tentukan Kelanjutan 3 BOT

Selain itu, Pasar Modern Cinde pun merupakan salah satu dari empat mal yang akan terintegrasi dengan jalur kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT). Untuk itu, Alex meminta agar Aldiron berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya dengan PT Waskita Karya sebagai kontraktor LRT.

“Betul-betul direncanakan dengan baik leveling skybridge yang langsung menghubungkan mal dengan stasiun LRT. Jangan jadi jeleng nyambungnya. Beruntung agak lambat (penandatanganan MoU-red). Jadi bisa berkoordinasi dengan PT Waskita Karya untuk skybridge,” jelasnya.

Chief Operating Officer Aldiron Hero Group Aldrin L Tando mengatakan, proses hingga saat penandatanganan kontrak kerja sama sangat panjang. Dimulai dari 2013 lalu. Aldrin mengungkapkan, pihaknya merasa bangga bisa berinvestasi di Sumsel, yang notabene merupakan daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Baca Juga:  Harga Cabai-Bawang Merah Berangsur Turun

“Ini awal bagi kami untuk berinvestasi di sini. Argo BOT 30 tahun terus berjalan mulai hari ini (kemarin-red). Untuk itulah kami pun menargetkan pembangunan bisa selesai secepat mungkin, tanpa mengesampingkan hal-hal penting lainnya,” ujar Aldrin.

Sementara itu, Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan mengungkapkan, desain semula yang ditetapkan 12 lantai bisa berubah menjadi 15 lantai selama potensi pasarnya memungkinkan. Sebelumnya, jumlah investasi yang direncanakan pada 2013 yakni sebesar Rp225 miliar.

Namun seiring dengan waktu, jumlah investasi serta potensinya pun bisa berkembang. Dengan pembangunan 15 lantai ini, pihaknya memperkirakan jumlah investasi yang dikucurkan mencapai Rp350 miliar.

“Desain itu selalu dinamis hingga sebelum pengajuan perizinan. Hal Ini sedang kami pikirkan matang-matang, karena dari segi komersial, lantai atas itu bisa dikembangkan menjadi hotel, apartemen, dan lainnya. Adanya skybridge di sini pun menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Sumsel Resmikan Pasar Modern GCM di Talang Kepuh Gandus

Skybridge akan dibangun tepat di lantai tiga Pasar Modern Cinde, yang nantinya menjadi area kuliner. “Posisinya ideal sekali. Bila disinergikan bisa saling menguntungkan, dan bisa memberikan kontribusi terhadap traffic pengunjung ke Pasar Cinde,” ucapnya.

Terkait permintaan Gubernur untuk groundbreaking yang harus dilakukan sebelum tiga bulan ke depan, menurut dia itu realistis. Pihaknya akan bekerja cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses dapat dilaksanakan dengan lancar.

Dalam waktu dekat, pihaknya segera melakukan sosialisasi terkait relokasi terhadap 450 pedagang di 877 kios/los yang ada saat ini di Pasar Cinde. Pihaknya pun menyiapkan tempat relokasi sementara di eks Cineplex dan di sekitar pembangunan Pasar Modern untuk alternatifnya.

“Setelah selesai pembangunan dan siap digunakan, kami menjamin pedagang lama akan didahulukan untuk mendapat lapaknya kembali. Kami pun menjamin tidak akan menempatkan ritel-ritel besar di Pasar Cinde Modern yang berpotensi mematikan bisnis masyarakat yang sudah ada sejak lama di sana,” tandasnya. # idz

Komentar Anda
Loading...