79 Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan Unitas Palembang Dilantik, Rektor Tekankan Integritas dan Alumni Harus Berikan Solusi Nyata Bagi Persoalan Masyarakat

1
Sebanyak 79 mahasiswa Program Magister Ilmu Pemerintahan, Program Pascasarjana Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang, mengikuti prosesi Pelantikan Magister XX Program Studi Ilmu Pemerintahan, Sabtu (5/9/2026).(BP/ist)

Palembang,BP- Sebanyak 79 mahasiswa Program Magister Ilmu Pemerintahan, Program Pascasarjana Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang, mengikuti prosesi Pelantikan Magister XX Program Studi Ilmu Pemerintahan, Sabtu (5/9/2026).

Prosesi pelantikan yang mengusung semboyan “Suci Tata Ngesti Tunggal”,  kesucian hati melahirkan ketertiban dan kedamaian kehidupan menuju kesatuan dan kesempurnaan tersebut digelar di Ballroom Hotel The Zuri Palembang.

Acara dihadiri diantaranya Rektor Universitas Tamansiswa Palembang, Nyi Assoc. Prof. Dr. Hj. Sisnayati, S.T., M.T., CIAR; Direktur Program Pascasarjana Unitas Palembang Ki Dr. Drs. Muhammad Abduh, M.Si.; Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Taman Siswa Palembang Ki Yuli Rohbiyanto, S.Pd., M.Pd.; Ketua Majelis Cabang Taman Siswa Palembang Nyi Dr. Desfitrina, S.E., M.Si., Kaprodi Magister Ilmu Pemerintahan, Nyi Dr. Novita Wulandari, S.ST., M.Si serta para pengurus, Ketua Senat Universitas, wakil rektor, dekan, ketua lembaga, kepala biro, dosen, tenaga kependidikan.

Sejumlah mitra turut hadir, di antaranya perwakilan Bank Sumsel Babel, UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, DPC Partai Hanura Kota Prabumulih, Ketua Himka Palembang, Ketua Forum Cakar Sriwijaya Palembang, serta tamu undangan lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Gandus Palembang, DPC Partai Hanura Kota Prabumulih, dan SMA Aziziah Palembang. Selain itu, Unitas Palembang memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi.

Baca Juga:  Sembilan Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pemandangan Umum Raperda APBD 2018

Rektor Universitas Tamansiswa Palembang, Nyi Assoc. Prof. Dr. Hj. Sisnayati, S.T., M.T., CIAR, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lulusan yang telah berhasil melewati berbagai tantangan akademik hingga tahap penyelesaian tesis.

“Gelar magister bukan sekadar tambahan huruf di belakang nama, melainkan ada tanggung jawab intelektual, moral, dan sosial yang jauh lebih besar di baliknya. Seorang Magister Ilmu Pemerintahan dituntut mampu berpikir kritis, analitis, sistematis, dan objektif untuk memberikan solusi nyata bagi persoalan di masyarakat,” ujar Sisnayati .

Sisnayati mengingatkan pentingnya peran alumni, khususnya yang mengabdi di birokrasi pemerintahan, untuk terus menjaga profesionalisme dan meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Jika pelayanan dapat dipermudah, maka permudahlah. Jika dapat dipercepat, percepatlah. Masyarakat pada akhirnya tidak menilai pemerintah dari banyaknya rapat atau tebalnya dokumen, melainkan dari manfaat konkret yang benar-benar mereka rasakan,” tegas Rektor Unitas Palembang tersebut.

Lebih lanjut, ia menyoroti komitmen integritas yang harus dipegang teguh oleh setiap alumni dalam dunia kerja.

“Gelar boleh bertambah dan jabatan boleh meningkat, tetapi kerendahan hati serta semangat melayani jangan sampai berkurang. Dalam pekerjaan kelak mungkin ada revisi program, anggaran, atau kebijakan, tetapi satu hal yang pasti: integritas tidak boleh ikut direvisi karena integritas adalah harga mati,” tambahnya.

Baca Juga:  Harry Styles Menangkan Piala Album of the Year Grammy Awards 2023

Sisnayati juga menegaskan bahwa Unitas Palembang terus berbenah dan memotong jalur birokrasi yang tidak efisien dalam sistem akademik melalui digitalisasi layanan layanan kampus. Ia mengajak para alumni untuk terus berkolaborasi, menjaga nama baik almamater, serta berkontribusi aktif memajukan Universitas Tamansiswa Palembang di tengah masyarakat.

Ketua Majelis Cabang Taman Siswa Palembang Nyi Dr Desfitrina SE Msi

menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar Strata-2 (S2) bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar di tengah dinamika transformasi digital dan tuntutan pelayanan publik.

“Memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang magister merupakan langkah untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperbesar tanggung jawab. Saat ini pemerintahan menghadapi perubahan yang sangat cepat—seperti digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta keterbukaan informasi. Para lulusan harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memanfaatkan teknologi untuk perbaikan tata kelola pemerintahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor Unitas Palembang mengimbau seluruh lulusan agar senantiasa menjaga integritas serta memegang teguh ajaran khas ketamansiswaan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Ia juga mengibaratkan pemerintahan sebagai sebuah rumah bersama yang harus dikelola dengan integritas tinggi agar masyarakat dapat merasa aman, nyaman, dan memperoleh pelayanan yang optimal.

Baca Juga:  Sukses Implementasikan ESG, PHR Regional Sumatera Zona 4 Raih Dua PROPER Emas dan Empat PROPER Hijau

Mengakhiri sambutannya, dia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh magister yang baru dilantik beserta keluarga besar yang mendampingi. Ia berharap para alumni tetap menjaga tali silaturahmi serta berkontribusi nyata bagi almamater dan kemajuan daerah.

Direktur Program Pascasarjana Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Ki Dr. Drs. Muhammad Abduh, M.Si., menekankan satu pesan utama yang ia harapkan dapat menjadi pegangan hidup para alumni, yakni untuk selalu mikir sebelum bertindak.

“Aku tak bakal menjelaskan panjang lebar karena ini bukan ruang kuliah, tapi tolong ingat dan pahami betul. Mudah-mudahan empat kata tadi “Suci Tata Ngesti Tunggal” merasuk dalam diri kawan-kawan sekalian.

Jika dipahami dan dilaksanakan secara bertahap—satu per satu—hidup akan terasa lebih enteng dan bahagia,” katanya.

Lebih lanjut,Muhammad Abduh juga menyoroti isu-isu sosial dan tata kelola pemerintahan yang kerap menjadi perhatian publik, seperti masalah kebakaran lahan.

Menurutnya, hal-hal tersebut mencerminkan tantangan dalam penyelenggaraan negara yang harus menjadi bahan pemikiran kritis bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya mereka yang mempelajari ilmu pemerintahan dan pendidikan.#udi

Komentar Anda
Loading...