Ribuan Wisatawan 12 Negara ‘Tumplek’ di Ampera
Menyambut Detik-detik Gerhana Matahari Total (1)
Fenomena astronomi gerhana matahari total (GMT) menjadi trending topic bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Tahun 2016 menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di dunia yang mendapat kesempatan menyaksikan fenomena 350 tahun sekali ini
PALEMBANG kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan karena gelaran olahraga internasionalnya, namun posisinya yang paling strategis untuk menyaksikan GMT. Diketahui ribuan wisatawan nusantara dan mancanegara akan menyaksikan fenomena ini di beberapa titik Kota Palembang yang telah disiapkan pemerintah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga menuturkan, sejauh ini pihaknya mendapat informasi ribuan orang wisatawan bakal datang ke Palembang untuk saksikan ini.
Berdasarkan laporan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), sedikitnya 262 wisatawan mancanegara yang akan sarapan pagi di Jembatan Ampera.
“Ada juga yang memilih saksikan GMT di BKB, Desa Upang, Pulau Kemaro, Jakabaring, dan bandara lama. Sebagian ada yang menikmati di hotel masing-masing,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari sejumlah hotel, ratusan orang asing tersebut berasal dari 12 negara. Beberapa di antaranya yakni Singapura, Malaysia, Prancis, Inggris, Jerman, Belgia, Belanda, dan Amerika Serikat.
Selain itu, setidaknya 2.000 wisatawan nusantara dari seluruh Indonesia dan jutaan warga Sumsel pun ikut memadati Palembang dalam menyaksikan GMT. Selain warga biasa, Irene menuturkan, Palembang pun akan kedatangan pejabat tinggi negara serta kepala daerah di Indonesia.
“Kami menyiapkan sekitar 1.000 kursi untuk dipasang di atas Jembatan Ampera khusus tamu dan para wisatawan. Pada 9 Maret mendatang, Jembatan Ampera akan ditutup tidak boleh dilalui kendaraan mulai pukul 00.00-12.00.
Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan Herlan Aspiudin menjelaskan, konsep wisata GMT yang dipromosikan pihaknya bersama Disbudpar Sumsel dalam beberapa bulan terakhir membuahkan hasil menggembirakan.
Sejumlah hotel berbintang di Kota Palembang sejak Februari 2016 telah menerima pesanan kamar dari warga asal 12 negara, dan diharapkan jumlahnya akan terus bertambah. Untuk menyambut tamu asing itu, hotel-hotel yang ada di Bumi Sriwijaya ini telah melakukan berbagai persiapan sesuai dengan permintaan.
“Persiapan yang dilakukan seperti berbagai menu makanan sesuai dengan selera dari tamu masing-masing negara, serta menyiapkan kebutuhan lain yang dapat mendukung aktivitas mereka selama di kota ini seperti kendaraan operasional,” ujarnya.
Kendaraan operasional disiapkan beberapa jenis mulai dari sedan, minibus, bus ukuran sedang dan besar untuk digunakan ke tempat acara menyaksikan GMT serta mengunjungi objek wisata dan belanja cendera mata khas Palembang. #hafidztjanuar