Pandangan GMT dari Ampera Tertutup, Ini Kata BMKG

Palembang, BP
Pandangan masyarakat yang melihat gerhana matahari total (GMT) dari jembatan Ampera dan kawasan sekitar Benteng Kuto Besak (BKB) terganggu. Sejumlah masyarakat mengklaim, asap dari PT Pusri yang telah menghalangi pandangan.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama mengatakan, dari sejumlah titik pandangan memang GMT tampak terlihat cukup jelas, hanya saja dari Ampera terdapat faktor yang tidak dapat diprediksi pihaknya.
“Ada faktor asap yang melakukan proses di udara, sehingga membentuk seperti gumpalan awan sehingga menutupi pandangan GMT kalau dilihat dari Ampera, namun dari sejumlah titik GMT terlihat cukup baik,” katanya, Rabu (9/3).
Indra Purnama mengatakan, asap ini merupakan faktor yang tidak bisa diprediksi, namun untuk yang memang murni dari awan (bukan campur asap) diperkirakan sekitar 50 persen. “Kalau kemungkinan asap dari pabrik atau dari yang lainnya saya tidak bisa menyebutkan,” kilahnya.
Indra menyebutkan, faktor awan biasanya tidak terlalu tebal mempengaruhi pandangan. “Kalau dari Ampera tadi yang agak tebal itu diperkirakan dipengaruhi asap dan ini yang sulit diprediksi,” katanya. #ren