DPR Akan Perketat Rekrutmen Direksi BUMN

9

thohi 1Jakarta, BP

Ketua Komisi VI DPR RI Hafizs Tohir menegaskan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memperketat mekanisme  pengawasan dan rekrutmen direksi, khususnya orang-orang yang akan didudukkan dalan dewan komisaris di BUMN. Ini  dimaksudkan supaya pemerintah tidak semena-mena menempatkan orang di dewan komisaris yang hanya didasarkan kolega.

“BUMN itu bukan perusahaan untuk menempatkan kolega-kolega penguasa. BUMN hadir untuk mengatasi persoalan ekonomi negara,” kata  Hafisz Tohir kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/3)

Menurut Tohir, banyak jabatan komisaris di BUMN  ditempati oleh  yang bukan ahlinya.  Pengamat politik ditempatkan sebagai  komisaris di  BUMN strategis. Dan ada juga ahli hukum  ujug-ujug jadi komisaris.

Baca Juga:  Kemas AR Panji Tegaskan Keamanan Terintegrasi Mendesak untuk Selamatkan Citra Wisata Palembang

“Ke depan tidak ada lagi hal seperti itu. The right man on right place itu masih berlaku untuk menempatkan seseorang di posisi yang strategis di sebuah BUMN,” katanya.

Apalagi lanjut Tohir, beban sebuah BUMN  cukup berat  memecahkan pesoalan ekonomi negara. Dan BUMN itu  harus hadir  berperan di saat swasta belum siap. Seandainya sudah siap,  peranan BUMN bisa dikurangi.

Baca Juga:  Plataran L’harmonie Menjangan Masuk 100 Top Destinasi Hijau Dunia

Dikatakan, sepanjang belum ada peruaahaan swasta yang menggeluti  sektor tertentu sementara sektor itu sangat diperlukan oleh rakyat, maka BUMN harus hadir.

Soal privatiaasi Merpati, Tohir mengatakan  DPR telah menyerahkan kepada pemerintah soal privatisasi Merpati. Terserah apakah akan dilakukan kerjasana dengan swasta atau melepas sahamn.

” Selama negara tidak dibebani, silakan saja dilakukan privatisasi. Soal bentuknya seperti apa terserah pemerintah,” katanya.

Hanya saja Tohir mengingatkan soal jalur yang selama ini dikuasai   Merpati hanya  daerah terpencil, bukan jalur gemuk.  Merpati sebagai perusahaan negara  memang harus hadir di daerah tersebut.

Baca Juga:  Indonesia Hidden Heritage Creative Hub  Luncurkan Program MLEADS dengan Dukungan Kementerian Kebudayaan dan Lintas Kemitraan

Persoalannya kalau dikerjasamakan  dengan swasta apakah masih mau melalui jalur ini. “Ini yang harus diperhatikan  Menteri Peehubungan apabila  melakukan revitalissi Merpati,” katanya.

Sedangkan  soal corporasinya,  DPR sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk dilakukan action sepanjang dia tidak membebani keuangan negara. “Yang jelas, Komisi VI belum menerima daftar peruaahaan yang akan diprivatiassi oleh pemerintah,” tegas Tohir. #duk

Komentar Anda
Loading...