Yoppy Dibunuh di Mobil, Lalu Dikubur di Hutan

9

2502.01.pembunuhan yoppy (1)Baturaja, BP

Setelah menghilang selama tiga hari, akhirnya Yoppy Novrianto (35) ditemukan tewas terkubur di SP1, Kecamatan Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim, Rabu (24/2).

 Informasi yang dihimpun, aksi pembunuhan terhadap Branch Operational Manager Bank Mandiri Baturaja ini diduga dipicu persoalan hubungan sesama jenis.

Pelaku ada empat orang yang masih di bawah umur berinisial MA (15), RS (15) serta AR, dan Sep, yang masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Bermula ketika MA dan RS dikenalkan Sep, teman mereka dengan korban yang baru empat bulan berada di Baturaja ini. Lalu pada minggu malam, saat Yoppy mulai dinyatakan hilang, MA dan RS diajak berjalan-jalan keliling Baturaja menggunakan mobil Toyota Rush BG 1564 RT milik korban yang sebelumnya lebih dulu ditemukan di areal hutan, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, pada Selasa (23/2).

Di tengah perjalanan, pria yang menikah dua tahun terakhir ini mengajak MA dan RS bercumbu. Namun Yoppy kesal hingga sempat marah, karena merasa tidak puas dengan pelayanan keduanya.

Merasa ketakutan, secara spontan RS dibantu MA menjerat leher korban menggunakan sabuk pengaman yang dikenakan korban. “Awalnya kami cuma ingin buat dia pingsan dan tidak ada niat membunuhnya,” ujar MA, saat diamankan di Polres OKU.

Baca Juga:  AK Menyerahkan Diri ke Polisi

Setelah tak lagi memberi perlawanan, lantas kedua pelajar di salah satu SMK Negeri di Muaraenim ini secara leluasa mulai mengumpulkan barang berharga milik korban, seperti laptop dan ponsel.

Namun, niat mencuri diurungkan MA dan RS ketika mengetahui korban tak lagi bernapas. Keduanya lantas membawa mayat Yoppy dengan mengendarai kendaraan tersebut ke lokasi penguburan.

“Karena panik, kami langsung menghubungi AR agar membantu mengubur mayatnya dan karena ingin cepat, korban kami kubur ke lubang sekitar 1,5 meter,” paparnya.

Kapolres OKU AKBP Dover Christian didampingi Kasat Reskrim AKP Rivanda dan Kanit Pidum Ipda Novel menjelaskan, terungkapnya kasus pembunuhan Yoppy bermula laporan dari keluarga korban pada 22 Februari.

“Atas informasi kehilangan itu kita langsung lakukan penyelidikan dan pertama ditemukan mobil korban dalam keadaan kosong dan terkunci,” jelasnya.

Dari temuan kendaraan di sekitar rel kereta api tersebut, Dover melanjutkan, petugas langsung melakukan penyisiran. Hingga akhirnya mengarah ke tersangka MA dan RS.

“Berdasarkan keterangan saksi, kita dapat dua nama yakni MA dan RS. Sehingga langsung dijemput dari rumahnya masing-masing di Desa Lubai,” katanya.

Menurut keterangan kedua pelaku, Dover menjelaskan, korban telah tewas dan dikubur dalam tanah bekas urukan dengan kedalaman sekitar 4 meter.

Baca Juga:  102 Kendaraan Roda 2 dan 4 Diamankan Sat Lantas Polrestabes Palembang 

Petugas bersama pelaku lantas melakukan pembongkaran dan didapati jasad korban masih mengenakan pakaian lengkap.

“Untuk motifnya masih didalami dan terlalu dini kita menyebut seperti itu (hubungan sesama jenis-red). Sebab pelaku saja belum diperiksa intensif,” jelasnya.

Selain MA dan RS, Dover menambahkan, dalam kasus ini ada dua pelaku lain yang diduga terlibat dan saat ini masih dalam pengejaran.

Sementara itu, suara jerit tangis keluarga korban yang mendatangi Polres OKU terdengar dan mereka sempat memaksa untuk dipertemukan dengan pelaku.

“Mana pelakunya, ini terlalu kejam. Silakan ambil mobil dan harta, tapi jangan nyawanya,” kata seorang ibu-ibu berjilbab hitam sembari menangis keras.

Sedangkan HR, salah seorang keluarga korban mengaku tidak mengenal para pelaku pembunuhan Yoppy, yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara ini.

“Tidak ada tanda-tanda dan semasa hidup, Yoppy adalah teladan yang baik. Orangnya cerdas dan ramah,” imbuhnya.

Dari rumah duka tampak puluhan karangan bunga ucapan belasungkawa untuk korban, baik dari keluarga, maupun kerabat, serta PT Bank Mandiri.

Yosef (60), tetangga korban mengaku terkejut mendengar kabar kematian Yoppy yang dikenal baik dan ramah dengan tetangga serta rajin beribadah. Serta terakhir bertemu sekitar dua minggu lalu.

Baca Juga:  Temuan Mayat Yoppy Bermula dari Laporan Keluarga

“Saya sebagai tetangga prihatin, besar dugaan ini faktor internal perusahaan karena dia baru sekitar tiga bulan menjabat di sana dan kalau dendam rasanya tak mungkin,” tuturnya.

Alamsyah (50), paman korban mengatakan korban memang belum memiliki anak. Namun selama ini terlihat hubungan keluarga mereka tetap harmonis.

“Orangnya pendiam dan kami sangat tidak percaya kalau kematiannya ini dikaitkan dengan istilah LGBT itu. Serta kami berharap semua ini dapat jelas,” harapnya.

Terpisah, saat tiba di Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara, jasad Yoppy disambut isak tangis sang ayah, H Aman Handoko yang telah menunggu bersama keluarga.

Setelah kesedihan menguasai dirinya, Aman hanya duduk terdiam tanpa komentar. Sembari menunggu hasil pemeriksaan.

Region CEO Bank Mandiri Sumatera II Palembang Kuki Kadarisman membenarkan jika korban adalah karyawan Bank Mandiri.

Semasa hidup, ia mengatakan, korban merupakan pegawai yang baik dan berprestasi. “Kami keluarga besar Bank Mandiri sangat berduka atas peristiwa ini. Kami menyerahkan ke pihak kepolisian, karena ini masih dalam proses penyidikan,” katanya.

Dikatakan, kasus ini tak sampai mengganggu pelayanan Bank Mandiri cabang Baturaja kepada nasabah. “Operasional bank berjalan seperti biasa, karena ada yang menggantikan,” jelas dia. # rad/bel/rio/ren

Komentar Anda
Loading...